oleh

Petani Cabai di Jombang Jaga Tanaman Cabai Agar Tidak Kemalingan

Jombang, Jurnal Jatim – Petani cabai di Dusun Segunung, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur berjaga di kebun setiap malam menjelang panen agar tidak kemalingan mengingat harga cabai saat ini tengah melambung tinggi di pasaran.

Ridwan (70), petani di Dusun Segunung mengatakan, tanaman cabai di lahan seluas 300 bata (4.200 M2) ia jaga sampai hampir dini hari untuk antisipasi adanya pencurian.

“Di sini belum pernah terjadi aksi pencurian cabai, kita hanya jaga-jaga saja,” kata Ridwan (70) saat berada di sawah miliknya, Kamis (10/3/2021) malam.

Kendati belum pernah terjadi aksi pencurian, namun para petani setempat masih tetap khawatir cabai rawit yang ditanamnya akan hilang dicuri. Sebab, harga cabai rawit di pasaran terus naik

“Hampir setiap malam saya jaga di sini, biar tidak ada yang mencuri, karena sekarang harga cabai rawit terus naik. Sebelumnya harga cabai dibeli oleh pengepul Rp30-40 ribu, Perkilogram. Sekarang dibeli harga Rp80-85 ribu perkilogram,” katanya.

Dia menjelaskan, selain ronda keliling kebung, para petani juga membangun gubuk di tengah sawah yang berukuran 2×3 meter. Gubuk itu digunakan untuk beristirahat saat jaga pada malam hari.

“Saya jaga setiap malam, sejak cabai ada buahnya. Di sini ada tiga orang yang ikut berjaga, tapi kalau sebelah utara banyak yang jaga di gubuk-gubuk,” ucapnya.

Ridwan menambahkan, untuk berjaga di gubuk tengah sawah pada malam hari, petani membawa sejumlah bekal seperti senter, sarung dan jaket agar tidak kedinginan.

“Saya juga bawa tabung gas elpiji serta kompornya untuk masak air. Ya, buat bikin teh atau kopi biar tidak kedinginan,” ujarnya.

Harga Cabai Mahal

Seperti diketahui, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Jombang melonjak naik hingga harganya tembus di atas Rp100 ribu per kilogram. Naiknya harga cabai kecil sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan terakhir.

Hari, pemilik kios pangan di pasar Pon, Jombang, mengatakan harga cabai hijau dan cabai rawit naik signifikan. Saat ini harganya dikisaran Rp100 ribu lebih per kilogram. Padahal, sebelumnya harga cabai dikisaran Rp70 ribu.

“Harga bawang merah juga naik mas, pada Minggu kemaren masih Rp20 ribu per kilogram, tapi sekarang kisaran Rp35ribu sampai Rp40ribu per kilogram,” katanya pekan lalu.

Naiknya harga bumbu dapur disebabkan pengaruh cuaca musim hujan membuat petani kesulitan memamen bahkan tak sedikit tanaman cabainya rusak diserang hama. Imbasnya, pasokan ke pedagang pun menipis.

 

Editor: Azriel