oleh

Resmi Dilantik, PSI Jombang Siap Munculkan Alternatif Pemimpin Baru

Jombang, Jurnal Jatim– Pengurus DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Jombang resmi dilantik Plt ketua umum Ganesha dan wakil sekretaris jendral, Danik Eka Rahmaningtiyas disalah satu hotel di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/2/2021) malam.

Pada acara pelantikan pengurus DPW PSI Jawa timur dan pengurus DPD Surabaya, Sidoarjo dan Jombang itu juga dihadiri Ketua DPW PSI Jatim, M. Teguh Cahyadin dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Pengurus DPD PSI Jombang periode 2019-2024 yang dilantik yakni Malik Mahardika Aditia Rahman (Ketua); Bagus Deni Dianto (Wakil Ketua); Irawan Dwi Suprayogi (Sekretaris); Ari Septioningsih, S.Pd (Wakil Sekretaris); dan Nur Aini Rohmania (Bendahara)

Penetapan pengurus DPD PSI Kabupaten Jombang periode 2019-2024 berdasarkan Surat Keputusan nomor 068/SK/DPP/2021 ditandatangani ketua umum DPP PSI Grace Natalie Louisa dan Sekjen Raja Juli Antoni.

Resmi Dilantik, PSI Jombang Siap Munculkan Alternatif Pemimpin Baru

Ketua PSI Jombang, Malik Mahardika Aditia Rahman mengajak bersama sama membangun PSI di Jombang lebih besar dan maju. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat pondasi kepartaian.

“Dan yang terpenting lolos verifikasi, berapa pun prosentasinya kita sudah siap. Kedepan, kami akan memunculkan alternatif pemimpin baru di Kabupaten Jombang,” kata pria yang akrab disapa Bro Malik ini.

Dia menjelaskan bahwa pengurus DPD PSI Kabupaten Jombang menargetkan nilai elektabilitas tahun 2023 sebelum 2024 sudah mencapai 7 persen atau ambang batas Parliamentary Threshold (PT).

Sebuah keberhasilan saat ini, PSI telah mengamankan posisi dengan kenaikan elektabilitas dari kisaran 2 hingga 4 persen menjadi 5 persen.

“Survei elektabilitas kami yang terbaru dan secara nasional sudah menunjukkan angka 5 persen. Jadi, target nilai elektabilitas sebelum 2024 sudah mencapai 7 persen,” ujarnya.

Resmi Dilantik, PSI Jombang Siap Munculkan Alternatif Pemimpin Baru

Malik juga mengajak masyarakat serta kawula muda untuk bersama-sama membesarkan partai untuk kemajuan Jombang. PSI memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin bergabung menjadi kader hingga anggota legislatif dari PSI.

“Kiranya PSI menjadi kendaraan yang tepat menjadi pilihan. Sebab di PSI tidak perlu repot-repot lagi untuk memikirkan berapa jumlah uang atau mahar yang harus dikeluarkan untuk itu,” tandasnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Sekretaris DPD PSI Kabupaten Jombang, Irawan. Ia menegaskan bahwa PSI selalu transparan dan tidak ada mahar politik.

“Karena kami (PSI) benar-benar ingin mencari wakil rakyat yang anti-korupsi dan anti-intoleransi,” jelasnya.

“Meskipun pileg tahun 2019 belum ada calon legislatif dari PSI Jombang yang berhasil mendapatkan kursi, tetapi kami akan bekerja keras hingga pada pemilu tahun 2024 bisa berhasil mendapatkan kursi di DPR,” Katanya.

Sementara itu, Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha dalam sambutannya menyampaikan, bonus demografi di Indonesia menjadi momentum PSI bergerak menjemput anak muda untuk memperbaiki sistem di Indonesia.

“Bonus demografi jadi momentum PSI. Mari kita rebut bro dan sis,” kata Giring.

Giring menegaskan, genderang perang Pemilu 2024 sudah dimulai sejak 7 Agustus 2020 ketika billboard Giring untuk Presiden 2024 tersebar di Seluruh Indonesia.

“Jadi kita harus kerja. Saya tidak percaya superman, tapi superteam. Para pengurus harus saling tahu perannya masing-masing,” katanya.

Dalam memobilisasi kader, Nidji berpesan dan meminta para pengurus di daerah untuk meyakinkan anak muda bahwa PSI merupakan partai tanpa mahar. Giring mencontohkan, kemenangan di 12 daerah dalam Pilkada 2020 di Jawa timur bukti kalau PSI tidak minta mahar pada figur yang didukung.

“Kalau mau meyakinkan lagi, beritahu kalau kita di PSI memberikan otonomi full pada pengurus di daerah,”imbuhnya.

Giring menambahkan, kemenangan di 12 Pilkada di daerah Jatim itu bukan rekomendasi DPP, tapi PSI hanya mendengarkan pengurus DPD dan DPW.

“Kita jamin tidak ada uang mahar untuk figur yang maju. Politik itu sarana, tujuannya tetap untuk rakyat,” tutupnya.

 

Editor: Hafid