oleh

Peduli, Komunitas Sepeda Onthel “Plonco” Bantu Korban Banjir di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Komunitas sepeda onthel Plonco atau prei loyo onthel community memberikan bantuan sembako dan makanan siap saji kepada korban banjir di Bandarmedungmulyo, Jombang sebagai wujud peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana banjir

Pemberian bantuan tersebut sekaligus merupakan bentuk komitmen peduli bencana yang sejak awal terbentuknya komunitas Plonco 10 November 2020 lalu genap berusia satu tahun.

Hampir seratus anggota pada Minggu (14/2/2021) pagi menyambangi dan menyerahkan bantuan makanan siap saji kepada korban banjir luapan sungai setempat yang disebabkan karena jebolnya tanggul Avur Besuk dan Avur Brawijaya.

Salah seorang anggota komunitas, Didit Trisupriyatno didampingi ketua Plonco Jombang menuturkan, bakti sosial itu dilakukan yang keempat kalinya sejak Bandarkedungmulyo dilanda banjir selama sepekan.

Peduli, Komunitas Onthel "Plonco" Bantu Korban Banjir di Jombang

Didit mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak banjir pada Minggu (14/2/2021) siang berupa makanan siap saji sebanyak 2000 bungkus dan juga beberapa kardus macam2 sembako

Makanan dan sembako itu dibagikan langsung kepada pengungsi di tanggul sungai dan warga terdampak di Dusun Kedunggabus, Desa Bandar kedungmulyo, Kecamatan setempat.

“Sebelumnya juga memberikan bantuan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai kepada saudara-saudara kami yang terkena banjir di sana,” kata Didit usai menyerahkan bantuan.

Dikatakan Didit, bantuan itu merupakan donasi murni dari anggota komunitas plonco serta sejumlah masyarakat yang peduli kepada sesama dengan harapan dapat meringankan beban kebutuhan masyarakat yang terkena musibah banjir.

“Selain itu, komunitas Plonco juga turut membantu di posko dapur umum dan logistik yang berlokasi di kantor Kecamatan¬† Bandarkedungmulyo,” jelas anggota DPRD Jombang dari Fraksi PPP tersebut.

Didit berpesan kepada para korban bencana banjir untuk tetap tabah dan ikhlas dalam menjalani ujian dan cobaan dari Allah SWT. Didit menyebut jika duka  korban banjir adalah duka bagi seluruh masyarakat.

“Artinya kami juga ikut merasakan. Harus tetap bersemangat dalam menghadapi bencana ini,” kata Didit memotivasi.

 

 

Editor: Hafid