oleh

Kasus COVID-19 di Jatim Meningkat, Enam Daerah Masuk Zona Merah

Surabaya, Jurnal Jatim – Kasus COVID-19 di sejumlah daerah di Provinsi Jawa timur melonjak. Sebanyak enam daerah tercatat kembali masuk zona merah atau berisiko tinggi penularan COVID-19.

“Kasusnya sekarang meningkat lagi setelah sempat melandai hingga ada enam daerah statusnya zona merah,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu malam (16/12/2020) malam.

Berdasarkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per 16 Desember 2020, terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 72.124 kasus. Rinciannya sembuh 62.277 orang, dirawat 4.831 orang dan meninggal 5.016 orang.

Sementara, peta sebaran enam daerah yang kembali zona merah yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kota Blitar, serta Kota Malang.

Di 6 daerah itu terdapat tambahan kasus yang signifikan. Di Kabupaten Kediri bertambah 40 kasus sehingga totalnya mencapai 1.885 kasus.

Jember juga bertambah 40 kasus sehingga totalnya 3.692 kasus, dan Banyuwangi bertambah 61 kasus sehingga totalnya 3.539 kasus.

Kemudian Tuban bertambah 23 kasus sehingga totalnya mencapai 1.205 kasus, Kota Blitar bertambah 10 kasus sehingga totalnya 447 kasus, serta Kota Malang bertambah 91 kasus sehingga totalnya 2.925 kasus.

Selain itu, di Jatim saat ini tak ada satu pun daerah berstatus zona kuning atau berisiko rendah, sebab 32 kabupaten/kota lainnya masuk zona oranye atau berisiko sedang.

32 daerah tersebut adalah Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun dan Magetan.

Berikutnya, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, serta Kota Batu.

Khofifah berharap seluruh masyarakat, khususnya di Jatim, disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat, sebab dinilainya saat ini agak longgar.

“Ingat, pandemi belum berakhir. Jangan lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. Melaksanakan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir,” imbaunya.

 

 

Editor: Hafid