oleh

Dokter Meninggal Karena COVID-19, IDI Nganjuk Ingatkan Jaga Kondisi

Nganjuk, Jurnal Jatim – Virus corona semakin mengganas. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu menjaga kondisi tubuh dan mematuhi standar penggunaan APD (alat pelindung diri).

Hal itu disampaikan dr Arief Subyanto, Ketua IDI Cabang Nganjuk, Jawa Timur setelah adanya seorang dokter umum di Nganjuk yang meninggal karena COVID-19.

“Patuhi standart pemakaian APD dan jaga kondisi, jangan sampai kelelahan,” kata Arief kepada Jurnaljatim.com melalui WhatsApp.

Selain itu, Arief juga mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak dengan menghindari kerumunan massa.

Sebelumnya, untuk kali pertama seorang dokter di Kabupaten Nganjuk meninggal karena terpapar COVID-19. Adalah dr.Evet Tinus meninggal setelah hasil test swabnya pada 15 Desember lalu positif COVID-19.

Dokter yang buka praktik klinik di jalan Sersan Harun itu menghembuskan nafas terakhirnya dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, Minggu (27/12/2020) pukul 02.23 WIB

“Betul beliau meninggal karena sakit COVID-19 mas,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto, Minggu siang, (28/12/2020).

Meninggalnya dokter muda yang tugas di RS Ayu Siwi, Nganjuk mengagetkan semua orang, terutama rekan profesinya. Terlebih, kata Arief, yang bersangkutan tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

“Sepengetahuan saya tidak ada (penyakit penyerta),” lanjut Arief ketua IDI Cabang Nganjuk.

Arief berharap tidak ada lagi dokter maupun tenaga kesehatan lainnya yang gugur akibat infeksi virus asal Wuhan, Cina tersebut.

“Jangan sampai ada lagi. Semoga cukup satu saja ya. Cukup satu saja,” katanya mengakhiri.

 

 

Editor: Hafid