Tes Urine Dinkes Jombang, Puluhan Pegawai Mangkir

JOMBANG () – Pegawai () baik maupun secara mendadak di cek urine oleh petugas Satresnarkoba Polres Jombang. Puluhan pegawai tak terlihat batang hidungnya alias mangkir saat dilakukan tes urine yang digelar di Aula Dinas setempat, Kamis (3/10/2019).

Sekretaris Dinas Kesehatan Jombang, Gatot Wijaya, mengungkapkan, ketidakhadiran puluhan pegawai bukan karena unsur kesengajaan, melainkan sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar.

“Pegawai disini sekitar 100 san, ada 24 orang pegawai yang belum (tes urine), memang sedang ada kegiatan di luar,” kata Gatot Wijaya dikonfirmasi .com usai pelaksanaan cek urine.

Gatot mengaku, pihaknya tetap bersinergi dengan pihak kepolisian dan sangat mendukung upaya penegak hukum dalam pemberantasan peredaran gelap Narkotika di kota santri ini.

“Tes urine pegawai ini sangat bagus dan kami mendukung pemberantasan . Untuk pegawai yang tidak hadir kami sampaikan pada pimpinan dan akan mengikuti tes urine susulan,” ujarnya.

FOTO: Salah seorang pegawai Dinkes mengikuti tes urine. (Zainul Arifin/Jurnaljatim.com)

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid menegaskan, bagi pegawai yang mereka belum mengikuti tes urine akan dilakukan pemeriksaan ulang.

Ia menjelaskan, kegiatan tes urine tersebut merupakan permintaan dari pihak Dinkes yang bekerjasama dengan tim Urkes Polres Jombang. Kegiatan itu dalam rangka pencegahan peredaran Narkotika di kalangan ASN.

“Tes urine diikuti 76 pegawai, dan 24 pegawai tidak datang,” ucap Mukid.

Dalam pelaksanaan cek urine tersebut, lanjut Mukid, pihaknya menggunakan alat cek urine lima parameter. Yakni Methamethamin, Ampetamin, Kokain, THC ganja, dan Morfoin. Dari sampel urine para pegawai, hasilnya negatif alias tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan Nrkotika.

“Sampai saat ini, hasil pengecekan urine Negatif atau Tidak ditemukan adanya pegawai yang mengkonsumsi Narkotika,” papar mantan Kasat Resnarkoba ini.

“Apabila ada yang terindikasi melakukan penyalahgunaan Narkotika tidak kita tahan, melainkan kita koordinasikan dengan BNNK Mojokerto untuk diobati atau di ,” sambung Mukid mengakhiri.


Editor: Hafid