Puluhan Warung Depan Stasiun KA Jombang Terancam Digusur

JOMBANG () – Puluhan bangunan yang berdiri di depan Kereta Api Indonesia (KAI) Jombang bakal digusur. Rencana penggusuran itu terkait kegiatan dengan dan perluasan area stasiun.

Wawan (35) tahun, pemilik warung depan stasiun Jombang, mengatakan, dirinya menolak rencana penggusuran tersebut. Alasannya, karena belum ada solusi dari berbagai pihak.

“Saya tidak mau digusur,” kata Wawan kepada sejumlah awak media, Rabu (19/6/2019) siang.

Menurut dia, memang sudah ada sosialisasi dari pihak KAI, tapi tidak pernah menemukan solusi. Dulu, kata Wawan, pernah ada tawaran relokasi, tapi terlalu mahal harga sewa lokasi.

“Uang sewanya dua puluh lima juta per tahun,” ungkapnya.

Lokasi tanah relokasi direncanakan berada sebelah barat stasiun, bekas rumah dinas, sementara bangunan gedung buat sendiri. Tentu saja dirinya beserta lainnya tidak mampu.

Wawan mengaku, keberadaan warung-warung tersebut sudah sejak tahun 1995. Selama itu pula belum pernah ada titik temu solusi penyelesaian. Pada awalnya sebanyak 9 lapak warung, tapi kemudian sampai sekarang sebanyak 13 pedagang.

Sudah sering pihak KAI akan melakukan penggusuran, namun terhalang karena lokasi warung-warung penyelesaiannya ranah Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Dirinya pun mempertanyakan, kenapa justru pihak KAI yang melayangkan surat rencana penggusurannya.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan dengan meningkatnya pengguna angkutan KA Daop 7 perlu adanya pengembangan. Pembangunan stasiun – stasiun besar yang ada di wilayahnya seperti Blitar, , Jombang, dan Madiun.

“Untuk Stasiun Jombang sebelum hari raya kemarin sudah dilakukan sosialisasi terkait hal tersebut,” kata Ixfan lewat pesan singkat kepada Jurnaljatim.com.

Lanjut Ixfan, tujuan pengembangan disamping meningkatnya jumlah pelanggan juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari loket , akses orang jalan kaki ke stasiun agar lancar.

“Rencana akan ada penertiban terkait pengembangan stasiun Jombang, ada perluasan area parkir, pembuatan nama stasiun mengahadap jalan raya, dan akses pejalan kaki saat akan masuk stasiun Jombang, intinya stasiun Jombang dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan mengingat tiap tahun okupansi penumpang selalu meningkat,” ujarnya.

Ixfan menegaskan, jika rencana penggusuran itu sudah diberitahu dan disosialisasikan di awal-awal sebelum lebaran. Pihaknya berharap dari pihak pemerintah kota maupun Kabupaten serta masyarakat bisa mendukung hal tersebut.


Editor: Z. Arifin


Komentar