SURABAYA (Jurnaljatim.com) – Kepolisian Daerah Jawa timur memberangkatkan ribuan personil (BKO) ke Jakarta untuk melakukan pengamanann di depan MK. Giat itu dilakukan untuk membantu Mabes Polri dalam pengamanan menjelang sidang sengketa pemilu 2019.
Pengaman Polri yang dibantu TNI tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan 22 mei 2019 lalu.
Persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sendiri akan digelar Jumat (14/6/2019). Pendaftaran gugatan telah dilakukan Tim BPN pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga pada Jumat (24/5/2019) lalu.
“Jumlahnya 1200 personil anggota Polda Jatim yang diberangkatkan untuk disiagakan di Mabes Polri,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (12/6/2019).
Ia mengatakan, 1200 personil anggota Polda Jatim itu, rinciannya 700 anggota Brimob, dan 500 anggota kesatusn Sabhara. Para anggota personil itu, dikirim untuk mengamankan sidang sengketa pemilu di Jakarta.
Sejauh ini, Barung yakin tidak ada warga Jatim yang terprovokasi dan berangkat ke Jakarta. Sehingga, pihak kepolisian tidak akan melakukan sweeping di stasiun, terminal atau tempat lainnya seperti sebelum-sebelumnya. Barung menambahkan, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovakasi opini terkait kecurangan Pemilu.
“Polda Jatim berkeyakinan bahwa masyarakat Jatim tidak akan terprovokasi dan mengikuti ajakan ajakan yang inkonstitusional, melakukan hal hal yang berhubungan dengan melawan hukum,” kata Barung kepada wartawan.
Ia mengatakan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jatim juga akan segera melakukan pertemuan. Dan nanti Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim akan memberikan keterangan bersama para tokoh masyarakat Jatim.
Editor: Azriel
Komentar