KEDIRI (Jurnaljatim.com) – Hasil operasi ketupat semeru tahun 2019, gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri kota menurun di banding tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi kepada wartawan usai apel konsolidasi penutupan operasi Ketupat dan PAM Antisipasi Sidang Peselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mapolres Kediri kota, Kamis (13/6/2019).
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi Ops Ketupat Semeru 2019, untuk tahun ini gangguan Kamtibmas mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Kalau tahun lalu untuk Lakalantas itu terjadi 8 kejadian, dengan 2 meninggal dunia. Untuk tahun ini ada dua kejadian dengan 3 luka ringan. Sedangkan untuk gangguan Kamtibmas sendiri tahun lalu itu ada 13 kasus tahun ini ada 7 kasus curat dan Pencurian Biasa (Cursa),”kata Kapolres Kediri Kota.
Dalam persiapan pengamanan PHPU, meskipun pelaksanaannya di Jakarta, kata Kapolres, pihaknya tetap akan siaga dengan melakukan patroli ke objek-objek vital dan juga patroli di kantor KPU, Bawaslu serta juga gudang logistik.
Selain itu, pihaknya juga melakukan monitoring potensi-potensi yang kemungkinan bisa jadi adanya massa yang berangkat ke Jakarta.
“Kita lakukan kegiatan patroli setiap hari dengan Patroli skala besar. Kemudian dilanjutkan dengan Stasioner kita sekaligus juga melakukan pemeriksaan potensi-potensi yang mungkin saja ada yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti ataupun menghadiri sidang.
Ia menghimbau kepada masayarakat, untuk tidak ikut hadir ke Jakarta. Selain itu, dirinya juga berharap dukungan dan support masyarakat, untuk sama-sama menjaga kondusifitas wilayah.
“Kita percayakan hasil pemilihan umum ini kepada mekanisme yang ada,”pungkasnya.
Editor: Azriel