Kediri, Jurnal Jatim – Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, memberlakukan mikro lockdown di jalan Kenongo III Perumnas Ngronggo setelah ada sembilan orang warga setempat yang positif COVID-19.
Kepala Kelurahan Ngronggo, Heru Sugiarto, Minggu (8/8/2021) mengatakan pemberlakuan micro lockdown sejak Sabtu, (7/8/2021) lalu. Dia menyebut, di kawasan itu ada 17 rumah. Lima rumah di antaranya penghuninya positif COVID-19.
“Kemarin kita lakukan micro-lockdown di jalan Kenongo III sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Ada 9 orang dari 5 rumah yang dinyatakan postif COVID-19,” katanya.
Awalnya, kata dia, ada 2 rumah yang penghuninya terpapar COVID-19. Setelah pihak Puskesmas Ngronggo melakukan tracing dan testing, terdapat tambahan lagi 3 rumah dengan total 9 warga positif terinfeksi virus corona.
Heru mengaku belum bisa memastikan berakhirnya pemberlakuan mikro lockdown itu. Pihaknya masih menunggu perkembangan laporan dari pihak dinas kesehatan setempat.
“Untuk pemberlakuan mikro lockdown ini sendiri hingga kapan, kami belum bisa memastikan. Kami akan menunggu ketentuan dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, apabila warga di sini sudah dinyatakan negatif, baru kita buka,” jelasnya.
“Lalu untuk warga yang berada di jalan Kenongo III yang dinyatakan negatif kami tetap batasi mobilitasnya. Kalau tidak penting dan emergency kita juga tidak perbolehkan keluar,” lanjutnya.
Pemberlakuan mikro lockdown di wilayah itu juga diikuti dengan bantuan kebutuhan pokok untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. Agar warga yang isolasi mandiri tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mereka tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya. Pihak kelurahan telah berkoordinasi kepada pihak lingkungan yaitu RT/RW dan Pemkot Kediri untuk memberikan bantuan yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan warga isoman.
“Untuk kebutuhan warga yang isolasi mandiri ini saya sudah berkoordinasi dengan RT/RW untuk memberikan bantuan sukarela. Kami juga dibantu oleh Pemkot Kediri melalui Dinas Sosial memberikan sembako kepada warga yang sedang kita mikro lockdown,” tuturnya.
Selain di Kelurahan Ngonggo, mikro lockdown juga dilaksanakan di gang 4 RT 02 RW 06 Kelurahan Lirboyo Kota Kediri. Terdapat posko di setiap jalan masuk ke wilayah yang diberlakukan mikro lockdown ini. Posko itu dijaga bergantian selama 24 jam oleh petugas PPKM Kelurahan dan satgas dilingkungan RT/RW.
Pemberlakuan mikro lockdown sendiri dimaksudkan menekan penyebaran COVID-19 ke masyarakat agar tidak meluas. Untuk itu diperlukan kerja sama yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah. Agar bisa mengendalikan penyebaran virus secara tepat dan efektif. [Yd|Rohman]
Editor: Azriel






