17.409 Santri Lirboyo Kediri Pulang Kampung Hari Ini untuk Liburan, Ingat, Jaga Akhlak!

Kediri, Jurnal Jatim – Sebanyak 17.409 santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur mulai pulang kampung hari ini, Kamis (29/1/2026) untuk liburan bersama keluarga dan orang terdekatnya.

Selama libur panjang hingga April mendatang, para santri diharapkan menjaga akhlak (perilaku) dan tetap mengaji, sama seperti saat berada di pondok.

Kepulangan ribuan santri ini difasilitasi oleh pihak pondok pesantren, secara bertahap selama dua hari, Kamis dan Jumat dengan pengorganisasian oleh panitia Santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, HM Abdul Muid Shohib mengatakan bahwa pemulangan santri dilakukan secara terkoordinasi ke 95 daerah tujuan, dengan kepanitiaan yang tersebar di 70 daerah.

“Pemulangan dilaksanakan secara bergelombang selama dua hari agar tertib dan aman,” ujar Gus Muid sapaan akrabnya, Kamis (29/1/2026).

Untuk mendukung kelancaran pemulangan, pondok menyiapkan total 344 armada, yang terdiri dari 327 bus besar, 9 bus medium, dan 8 armada elf. Santri yang berasal dari luar pulau menjadi prioritas awal pemberangkatan dengan diantar ke pelabuhan dan bandara udara. Pada pagi hari ini, santri tujuan Lampung diberangkatkan melalui jalur darat.

Gus Muid berpesan agar seluruh santri menjaga sikap selama perjalanan dan masa liburan. Ia mengingatkan santri untuk tetap menjaga akhlakul karimah, memperbanyak doa, serta menyampaikan salam kepada orang tua di rumah.

“Kami imbau santri mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, tidak berlebihan dalam hiburan, dan tetap menjaga kebiasaan mengaji,” katanya.

Dia menegaskan bahwa seluruh santri wajib kembali pada 16 April sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan. Sementara itu, santri yang tidak pulang tetap mengikuti aktivitas di pondok.

Mereka umumnya adalah santri penghafal Al-Qur’an yang sedang mengejar target hafalan. Selain itu, sebagian santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah diwajibkan tetap berada di pondok selama Ramadan karena akan menghadapi materi pelajaran yang lebih berat pada tahun ajaran berikutnya.

Salah satu santri asal Lampung, Muhammad Tajudin, menyampaikan bahwa jumlah santri asal Lampung mencapai sekitar 1.200 orang. Ia mengatakan perjalanan biasanya memakan waktu sehari semalam.

“Pesan dari pengasuh pondok agar kami saat pulang lebih mengutamakan akhlak, peka terhadap lingkungan, dan siap membantu orang tua,” ujarnya.

Pihak pondok berharap seluruh rangkaian pemulangan santri berjalan lancar dan seluruh santri dapat kembali ke pondok tepat waktu dalam keadaan sehat dan selamat.