Mapan Color Run Kediri 2025 Ricuh, Peserta: EO-nya Gak Masuk Blass!

Kediri, Jurnal Jatim – Alih-alih menjadi ajang olahraga dan hiburan penuh warna, Mapan Color Run 2025 yang digelar di Kota Kediri, Minggu (14/9/2025) justru memicu kekecewaan besar.

Ribuan peserta meluapkan amarah dan kritik pedas di media sosial, menyusul berbagai kekacauan teknis yang terjadi sejak awal acara.

Sejak pagi, tampak peserta mengeluhkan keterlambatan start, antrean tidak teratur, hingga kehabisan jersey dan air minum di pos-pos yang seharusnya jadi titik istirahat.

Banyak dari mereka terpaksa mengikuti acara tanpa perlengkapan yang dijanjikan, bahkan ada yang tidak bisa menikmati jalur lari karena terlalu padat dan tidak terorganisasi.

Salah satu peserta, Yahya (52), yang datang dari Surabaya mengaku kecewa berat. “Saya gak dapat jersey sama sekali. Cuma bisa jalan sambil berdesakan. Jauh dari harapan,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari akun TikTok @virasavhira, yang menyebut bahwa air minum di water station habis, medali dibagikan dengan antrean padat, serta tidak mendapatkan pisang dan air putih yang dijanjikan.

“Ya Allah, EO-ne gak masuk blasss!” tulisnya, yang kemudian viral dan mendapat ribuan respons.

Melihat derasnya keluhan di media sosial, pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri akhirnya buka suara.

Kepala Disbudparpora, Zachrie Achmad, mengakui terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan acara itu. Menurutnya, semua masukan akan dijadikan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan ke depan.

“Dalam sebuah kegiatan pasti ada masukan dan kritikan sebagai bahan perbaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait masalah jersey, Zachrie menjelaskan bahwa penukaran seharusnya bisa dilakukan sebelum acara dimulai. Namun karena keterbatasan waktu, sebagian peserta diminta mencatat alamat agar jersey bisa dikirim lewat pos.

Meski sudah ada pengakuan dari pihak pemerintah, peserta berharap bukan hanya sekadar permintaan maaf, tapi juga tindak lanjut konkret. Beberapa di antaranya meminta refund tiket atau kompensasi perlengkapan yang tak diterima.

“Kalau memang tidak siap, lebih baik tidak usah bikin event sebesar ini,” tulis komentar netizen di instagram penyelenggara.

Ajang yang seharusnya membawa semangat sehat dan keceriaan ini, justru meninggalkan catatan buruk soal manajemen acara dan pelayanan peserta. Masyarakat berharap, peristiwa serupa tidak terulang di event-event mendatang, terutama yang melibatkan ribuan orang.

Dapatkan update  menarik hanya di .com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter .com