Mengenal Yenny Wahid Putri Gus Dur Kelahiran Jombang Jawa Timur

Jombang, Jurnal Jatim – Zannuba Ariffah Chafsoh atau adalah anak pasangan Abdurrahman Wahid () dan Sinta Nuriyah. Kelahiran Jombang Jawa Timur pada, 29 Oktober 1974 atau saat ini berusia 49 tahun.

Terlahir dari lingkungan keluarga Nahdlatul , Yenny mempunyai seorang kakak, Alissa Qotrunnada (Alisa) dan dua orang adik, Anita Hayatunnufus (Anita) dan Inayah Wulandari (Inayah).

Putri kedua Gus Dur ini menikah dengan Dhorir Farisi pada 15 Oktober 2009. Dari pernikahan itu, dikaruniai tiga orang anak bernama Malica Aurora Madhura, Amira dan Raisa Isabella Hasna.

Perempuan bergelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Harvard Amerika ini adalah aktivis nahdlatul ulama sekaligus politikus.

Ketika Gus Dur menjadi Presiden keempat RI, Yenny selalu berusaha untuk mendampingi ayahnya dengan posisi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

Setelah Gus Dur tidak lagi menjabat sebagai Presiden, Yenny kemudian menjabat direktur Wahid Institute hingga saat ini.

Pada 2009, dia dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Young Global Leader oleh World Economic Forum. Yenny juga merupakan anggota dari Global Council on Faith.

Di karir politiknya, Yenny pernah menjabat Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa () periode 2005-2010. Namun kemudian ia diberhentikan dari posisi tersebut pada 2008

Ia lalu mendirikan dengan nama Partai Kedaulatan Bangsa. Kemudian pada 2012, partainya melebur menjadi satu dengan Partai Kedaulatan Bangsa dan Partai Indonesia Baru (PIB), yang dipimpin Kartini Sjahrir.

Adapun namanya yakni Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Yenny ditunjuk sebagai ketua umum partai itu.

Semasa pemerintahan Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), Yenny sempat jadi staf khusus bidang Komunikasi Politik. Namun setahun kemudian ia mengundurkan diri.

Pada 2018, Yenny menyatakan dukungannya secara publik untuk pasangan – Ma'ruf. Pada Januari 2020 ditunjuk menjadi Komisaris publik Garuda Indonesia dan mengundurkan diri pada Agustus 2021.

Kini, pada pemilu 2024 ini, Yenny Wahid mendukung pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo – Mahfud MD.

Saat menyertai Ganjar malam Gus Dur di , Yenny mengungkap kedekatan Ganjar dengan ibundanya Sinta Nuriyah.

Perempuan asal Jombang itu juga menyebut bahwa mantan Gubernur Jawa Tengah itu satu-satunya kandidat yang sowan ke Sinta Nuriyah.

Dikatakan Yenny, keakraban yang terbangun bukan karena politik, tetapi karena ada kesamaan visi, kesamaan kegemaran.

“Sama-sama suka mengayomi masyarakat kecil dan Gus Dur itu kan pembela kaum mustadh'afin, orang-orang terpinggirkan,” kata perempuan yang akrab dipanggil Mbak Yenny ini.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com