Sabar! Relokasi RSUD Jombang Masih Dalam Proses Studi Kelayakan

Jombang, Jurnal Jatim – Rencana relokasi RSUD Kabupaten Jombang masih dalam proses feasibility study atau studi kelayakan pemerintah. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat di DPRD setempat.

Memang, rencana relokasi atau pemindahan rumah sakit pelat merah dengan anggaran fantastis ini menjadi perhatian wakil rakyat.

Komisi D DPRD Jombang memanggil Direktur rumah sakit beserta Bappeda Jombang untuk gelar pendapat mengenai rencana tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati mengungkapkan agenda pertemuan itu untuk mempertanyakan kelayakan relokasi RSUD. Selain itu juga perencanaan hingga anggaran relokasi RSUD Jombang.

Pihaknya ingin meminta paparan feasibility study atau uji kelayakan dari RSUD Jombang. Studi kelayakan adalah sebuah penilaian mengenai kelayakan dari suatu proyek yang akan dikerjakan.

Studi kelayakan bertujuan untuk mengetahui secara obyektif dan rasional, keunggulan dan kelemahan dari hal yang sudah ada dan proyek yang akan dikerjakan, serta dampaknya terhadap lingkungan hidup, sumber daya yang diperlukan, dan pada akhirnya prospek dari proyek tersebut.

“Ternyata pihak RSUD tidak membawa FS (Feasibility Study). Katanya akan diserahkan softcopy-nya ke kita,” kata Erna kepada wartawan, senin (12/12/2022).

Karenanya, pihak dewan masih belum bisa merekomendasi apakah relokasi tersebut nantinya akan disetujui atau tidak.

“Untuk pembangunan sendiri juga tidak dalam waktu dekat ini. Masih membutuhkan perencanaan yang matang,” ungkapnya.

Terkait dengan rencana pengadaan lahan, Erna memaparkan dari hasil kajian FS yang sedikit dijelaskan pada hearing itu. Lahan yang dipilih untuk relokasi RSUD Jombang di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek.

“Ini lahannya masih difokuskan di wilayah perkotaan. Untuk anggarannya sendiri sebesar Rp42 miliar,” katanya.

Erna mengatakan bahwa pembebasan lahan dilakukan sekarang. Karena pembangunan RSUD nantinya akan mendapat dana dari Pemerintah Pusat.

“Karena pemerintah pusat akan menurunkan anggarannya apabila pemerintah daerah sudah mempunyai lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sa’diyah mengatakan relokasi rumah sakit yang kini berlokasi di Jl Wahid Hasyim ini masih membutuhkan proses banyak.

“Kita masih perlu banyak komunikasi dengan pimpinan (bupati) dan steakholder terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, jika pembangunan rumah sakit pelat merah ini tidak seperti bangunan pada umumnya.

“Jadi harus membutuhkan komunikasi lebih lanjut,” pungkas Ning Eyik, sapaan akrab Ma’murotus Sa’diyah.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.