Jombang, Jurnal Jatim – Tampak puluhan pelaku usaha pada mega bazar UMKM kreatif Jombang. Satu di antaranya mewarnai untuk anak-anak bertempat di lapangan Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.
Lapak mewarnai anak-anak itu satu-satunya ada di bazar UMKM yang diselenggarakan serikat pedagang kaki lima (Spekal) Cabang Jombang. Acara itu berlangsung selama dua pekan sejak Sabtu 12 hingga 26 November 2022 mendatang.
Setiap hari, lapak di tengah lapangan itu terlihat ramai dikunjungi orang, terutama anak-anak.
Dikatakan pemilik usaha Fifada mewarnai, Anang Fathchurodhi, ada dua pilihan media yang digunakan pada usahanya itu. Pertama kertas dan kedua styrofoam.
“Anak-anak mewarnainya di sini. Setelah itu hasilnya bisa dibawa pulang ke rumahnya. Sekali mewarnai Rp10.000,” ujarnya, Sabtu (19/11/2022).
Menurut Anang, cat yang digunakan untuk mewarnai jika kurang, bisa menambah lagi. “Sepuasnya, nanti kalau catnya habis bisa nambah lagi. Yang penting gambar selesai sempurna gitu,” ucapnya.
Anang bercerita, alasannya membuka usaha mewarnai gambar anak-anak yaitu untuk meningkatkan kreatifitas dan bakat anak bangsa. Ia pun bersyukur banyak anak-anak yang minat dengan usahanya itu.
“Pingin anak-anak lebih berkreasi untuk mewarnai kreasi anak-anak. Ini bagian dari wadah ekspresi anak bangsa. Alhamdulillah banyak yang datang ke sini,” ujar pria yang memiliki 2 orang anak ini.
Ketua Sepekal Jombang, Joko Fattah Rochim sebelumnya menyatakan pedagang kaki lima menjadi penggerak ekonomi. Mereka bukan kelompok yang hina dan tidak berguna.
Di tangan PKL itu, dikatakan Fattah, banyak usaha kreatif yang dilahirkan dan memberi sumbangan banyak untuk pajak daerah.
“PKL butuh dukungan semua pihak, bisa bantuan nyata berupa bantuan permodalan maupun aturan yang melindungi PKL,” kata Fattah yang juga ketua Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ) saat pembukaan bazar UMKM Kreatif, Sabtu sore (12/11/2022).
Fatah menegaskan, PKL bukanlah kelompok yang harus dikucilkan. Mereka akan menjadi penggerak ekonomi jika diurus dengan baik, tentu saja butuh sinergitas pemerintah. Mega Bazar kreatif murni kemandirian dari PKL.
“Selain berbagai macam UMKM, juga ada hiburan untuk masyarakat, mulai jaranan, rebana banjari, dan orkes. Pengunjung bisa menikmati gratis,” tandas pria berambut pirang ini.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com