oleh

Sedekah Bumi Desa di Jombang Suguhkan Jolen dan Tarian Kerajaan

Jombang, Jurnal Jatim – Sebanyak 19 buah Jolen atau biasa dikenal dengan tumpeng dari berbagai perwakilan RT meramaikan sedekah bumi di desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/9/2022) sore.

Sedekah bumi di desa itu rutin dilaksanakan oleh warga sekitar. Puncaknya di petilasan Damarwulan yang merupakan peninggalan Majapahit.

Lokasi itu juga digunakan sebagai punden. Di petilasan itu terdapat tiga cungkup. Cungkup pertama dan kedua diberi nama petilasan Maharesi Maudoro. Sedangkan cungkup ketiga diberi nama petilasan Damarwulan.

Sedekah bumi dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah. Tarian Kerajaan juga ditampilkan di acara itu.

Sementara Berbagai jenis kreasi Jolen yang disuguhkan masyarakat menandai kearifan lokal dan semangat untuk melestarikan kebudayaan.

Sebelum puncak acara digelar di petilasan Damarwulan, masyarakat desa setempat melakukan kirab tumpeng sejauh kurang lebih 3 kilometer. Jolen diangkat oleh empat orang pria berpakaian serba khas kerajaan.

Kepala Desa Sudimoro, Achmad Rony Fatawi mengaku berterimakasih atas dukungan masyarakat. Terselenggaranya acara tahun ini diharapkan bisa mengadakan lagi tahun depan.

“Terima kasih banyak atas dukungan semua,” kata Rony saat memberikan sambutan, pada Minggu sore, (4/9/2022).

Rony mengatakan Jolen yang disuguhkan itu merupakan hasil bumi dari desa setempat. Beragam kreasi Julen tersebut dilakukan kirab keliling desa sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.

“Kami menyuguhkan Jolen dari hasil bumi desa. Beragam kreasi Jolen, sebelumnya sudah dikirab keliling desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang hadir pada acara tersebut menyampaikan sedekah bumi kali ini adalah momentum yang diselenggarakan di suatu tempat dimana dulunya menjadi pembentuk momentum.

“Di petilasannya Damar Sasongko, Damar Wulan yang dipalu ombo,” kata Sumrambah saat memberikan kata sambutan.

Sejurus, Sumrambah menegaskan dari uri-uri budaya menunjukkan jika Indonesia adalah bangsa yang besar dan harus bangga dengan hal itu.

“Dengan uri-uri budaya seperti ini, kita akan membangun kembali peradaban bangsa,” kata Sumrambah.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com