Jombang, Jurnal Jatim – Dua muda-Mudi di Jombang Jawa Timur mengaku telah menjadi korban dugaan penipuan investasi bodong dan arisan online. Adalah Leni Tiara Sandy (27) warga Mojoagung dan Mohammad Yasin (26) asal Desa Sentul, Kecamatan Tembelang.
Mereka menyebut, masih ada puluhan orang lagi yang menjadi korban dugaan penipuan bisnis yang dikelola Zindy Iko Ariesta warga Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Leni menceritakan, dirinya mulai ikut bisnis itu setelah tahu iklan investasi dari media sosial Facebook yang diunggah oleh Zindy Iko Ariesta (26) dengan iming-iming reward yang menggiurkan.
“Cara menarik minat ibu-ibu, setiap investasi sekian juta, akan mendapatkan mini gold dan emas sekian gram. Saya tertarik rewardnya, akhirnya join,” kata perempuan berjilbab ini, Kamis (14/7/2022).
Niat investasi Leni semakin matang saat tahu owner atau pengelola adalah adik tingkatnya di SMP. Selain itu, kebetulan juga rumah Leni dekat dengan koperasi yang dikelola Zindy.
“Akhirnya saya percaya, karena rumah saya berdekatan dengan koperasinya, saya sering datang ke kantor. Konsultasi, sharing, dan ternyata sudah resmi terdaftar di lembaga hukum juga,” kata Leni menceritakan.
Investasi awal Rp5 Juta
Akhir Mei 2021, Leni memutuskan untuk berinvestasi uang Rp5 juta dengan jangka pencairan 2 kali, yakni Mei dan Juni 2021. Kala itu, Leni masih beruntung, mendapat pencarian tepat waktu yang dijanjikan.
“Akhirnya saya ditawari dengan yang lebih besar. Dengan skala di atas Rp20 juta dengan janji akan dicairkan berikut reward emas dan provit Rp3 Juta pada 3 bulan setelahnya,” katanya.
Leni percaya dan mengikuti yang lebih besar. Dalam perjalanan itu, muncul kejanggalan. Investasi, reward dan provit yang harusnya cair pada Juli 2021, ternyata ditahan owner.
“Gimana kalau (uang) Rp20 juta itu gak usah dicairkan dulu mbak. Masukkan lagi saja, nanti Rp20 Juta itu kita cairkan 3 bulan berikutnya,” kata Leni menirukan pengelola investasi.
Pada periode investasi tersebut, disebut Leni, pengelola menjanjikan modal investasinya Rp20 juta bakal dicairkan dengan tiga termin beserta provitnya sebesar Rp4 juta.
“Baru cair sekitar Agustus (2021) akhir, dia sudah mulai beralasan, berkelit,” ucap wanita kelahiran 1995 ini.
Mbak Zindy menghilang
Leni terus berupaya berkomunikasi dengan pengelola investasi agar pencairan modal investasi beserta provit-nya bisa tepat waktu. Namun, September 2021, pihak pengelola menyatakan koperasinya tutup dan tidak mampu untuk memutar uang yang ada.
Leni pun panik. Leni mengaku total telah berinvestasi sebesar Rp25 juta dan belum kembali beserta provitnya. Kemudian, Leni menyebut, pihak pengelola menyanggupi akan mengembalikan modal investasi yang ditanamkannya dengan cara diangsur.
Ternyata itu hanya angin segar. Sebab, pada esok harinya pihak pengelola sudah tak bisa lagi dihubungi. Begitu juga media sosialnya dinonaktifkan. “Saya ke rumahnya, dia sudah tidak ada di rumah,” katanya kesal.
Leni bersama korban-korban lain datang ke kantornya, namun yang bersangkutan tidak ada. Bahkan, menurut Leni, kondisi terakhir, kantor koperasi tersebut telah dibongkar dan seluruh barang di dalamnya diangkut truk, dengan alasan disita oleh salah satu nasabah.
“Kalau rumahnya, saya tanya tetangga, mereka bilang kalau tengah malam sudah dikemas barang-barangnya, sudah pergi dari situ. Saya ke rumah orang tuanya sama para korban, juga tidak ada kejelasan. Bapaknya stroke, adiknya belum bisa memberikan penjelasan dan ibunya kabur,” tuturnya.
Dikatakannya, terdapat sekitar 40 orang yang bernasib sama dengannya yang berinvestasi di koperasi yang berada di Mojoagung itu. Leni mengaku telah melaporkan ke Polres Jombang dan berharap tetap berlanjut.
Laporan itu tercatat dalam laporan polisi nomor: LP/B/55/IV/2022/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDAJATIM pada 14 April 2022.
“Kerugian materi nanti kita tidak berharap banyak, tetapi setidaknya (pelaku) bisa dihukum,” tandasnya.
Lelang arisan online
Sementara, Mohammad Yasin mengaku, total mengeluarkan uang sebesar Rp55 Juta untuk lelang arisan online yang dikelola oleh Zindy Iko Ariesta. Ia pada saat itu tertarik laba yang ditawarkan pihak pengelola di media sosial.
“Saya ikut gelombang pertama Rp25 Juta, lalu slot kedua Rp10 Juta. Saya ikut sampai 3 slot, Rp25 juta, Rp10 Juta, dan Rp15 Juta,” katanya.
Menurutnya, pencairan arisan online beserta laba yang dijanjikan pengelola tak kunjung diterima. Menjelang pencairan uang arisan, ia berupaya untuk menghubungi pengelola, dan ternyata nomornya sudah tidak aktif.
“Di hari-H saya cair, saya datang ke koperasi, ternyata sudah tutup,” ujar pria muda ini.
Yasin pun merasa tertipu dengan arisan online itu. Setahu Yasin, terdapat lebih dari 20 orang yang menjadi korban lelang arisan online yang dikelola oleh Zindy. Hingga kini, mereka belum bisa bertemu dengan Zindy.
Berdasar nomor handphone pengelola lelang arisan online dan investasi yang didapat media ini, wartawan mencoba melakukan konfirmasi. Namun, nomor 0857082XX sudah tidak aktif.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.