oleh

Edarkan Sabu, Wanita Asal Jombang dan Pria Mojokerto Ditangkap Polisi

Mojokerto, Jurnal Jatim – Laki-laki DI (35) asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan wanita asal Jombang, LNI (33) ditangkap polisi atas dugaan mengedarkan narkoba sabu-sabu di Mojokerto, Jawa Timur.

Mereka digerebek anggota Satresnarkoba Polres Mojokerto disebuah rumah di Dusun Kedungbendo, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (9/6/2022) lalu sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut Kasatresnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno, kedua orang itu kini sudah naik statusnya menjadi tersangka kasus narkotika sabu-sabu.

“Pelaku SNI kedapatan membawa barang bukti narkotika jenis sabu dan barang bukti tersebut didapatkan dengan cara membeli dari seorang yang bernama DW yang juga sudah tertangkap,” kata Bambang, Sabtu (11/6/2022).

Barang bukti yang diamankan petugas dari tangan kedua tersangka di antaranya 6 paket sabu-sabu kemasan plastik klip siap edar.

“Kami amankan 6 paket sabu dengan berat kotor masing-masing 0,74 gram, 0,24 gram, 0,38 gram, 0,30 gram, 0,32 gram, dan 0,38 gram dan 15 buah plastik klip kosong,” kata Bambang.

Tak hanya itu, kata Bambang, petugas juga menemukan 1 buah pipet kaca, 1 buah korek api, 2 buah sekrop plastik dan hitam, 1 buah alat isap, 1 buah dompet, dan 1 unit HP

“Semua telah kami amankan ke kantor untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar terduga pelaku pengedar sabu di daerah Sooko Mojokerto itu masih dalam pemeriksaan penyidik.

“Tersangka sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satresnarkoba,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres Mojokerto menegaskan pihaknya tidak akan pernah surut dalam memberantas peredaran Narkoba khususnya di wilayah hukum Polres Mojokerto.

“Ini perusak generasi bangsa, jadi kami dari Polres Mojokerto berkomitmen memerangi Narkoba baik cara tindakan tegas maupun pencegahan sejak dini dengan mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya Narkoba,” ujarnya.

Kedua tersangka yang terbukti sebagai pengedar akan dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news dan akun instagram serta twitter Jurnaljatim.com.