oleh

Pria Ini Ditemukan Tewas di Selokan Jombang Tinggalkan Sepeda Ontel

Jombang, Jurnal Jatim Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di selokan (saluran air) perumahan Astapada l, RT 03 RW 01, Desa Tambakrejo, Jombang Jawa Timur, Kamis (26/5/2022) siang tadi sekitar jam 13.30 WIB.

Laki-laki pencari barang rongsok (pemulung) tersebut ditemukan warga sekitar dengan posisi telungkup di dalam selokan (got) dekat lapangan bola voli dengan kondisi sudah tidak bernyawa alias tewas.

“Kebetulan saya lewat sini. Ternyata pas saya lihat kok ada kaos dan karung, setelah saya dekati ke selokan ini ternyata ada mayat ini dengan posisi tengkurap,” kata Ketua RT 03 RW 01 Bandung Yudiarno kepada wartawan di lokasi kejadian.

Dalam waktu singkat, penemuan mayat itu langsung menggegerkan warga sekitar. Lantas, warga melaporkannya ke Polsek Jombang. Sejurus kemudian Polsek Jombang bersama inafis Polres Jombang tiba di lokasi.

Pria Ini Ditemukan Tewas di Selokan Jombang Tinggalkan Sepeda Ontel

Di sana, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang tanda garis polisi. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian juga dimintai keterangannya.

Petugas juga mengevakuasi jenazah korban dari selokan. Awalnya, tidak ditemukan identitas korban. Di sekitar lokasi, didapati sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya karung, uang dan sepeda ontel.

Mayat korban yang mengenakan kaos oranye dan celana pendek warna merah kemudian dimasukkan kantong jenazah dan dibawa ke RSUD Jombang untuk divisum.

Gandung mengatakan, korban kerap terlihat di sekitar perumahan untuk mencari barang bekas dengan membawa karung. Namun, warga perumahan tidak mengenal korban.

Belakangan diketahui, korban bernama Slamet Santoso (43), warga Dusun Jabon Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Kapolsek Jombang AKP Bambang Setyobudi mengatakan, hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas luka penganiayaan, kekerasan atau keracunan.

Keterangan dari ibu korban, anaknya memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Diduga, saat itu penyakitnya kambuh lalu terpeleset jatuh ke selokan hingga meregang nyawa.

“Dugaan sementara, penyakit epilepsi korban kambuh, kemudian terpeleset ke saluran parit (selokan) dan tidak ada yang menolong hingga korban meninggal,” kata Bambang dalam keterangannya.

Bambang menambahkan, pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi jenazah korban. Jenazah lalu diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news dan akun instagram Jurnaljatim.com.