oleh

Satgas Pangan Nganjuk Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Minyak dan BBM

Nganjuk, Jurnal Jatim – Satgas Pangan Nganjuk, Jawa Timur memastikan tidak ada kelangkaan minyak goreng maupun BBM (bahan bakar minyak) di wilayah setempat dan tercukupi hingga lebaran 2022 nanti

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang mengatakan pihaknya selama ini berkoordinasi secara serius bersama satgas pangan Nganjuk untuk menjaga stabilitas stok minyak goreng dan BBM di masyarakat.

Menurut Boy, satgas pangan daerah telah bekerja keras selama beberapa waktu terakhir untuk menjaga ketersediaan BBM, mengingat Nganjuk merupakan daerah perlintasan yang ramai dilewati, khususnya menjelang musim mudik.

“Silakan lihat sendiri, tidak ada antrean-antrean di stasiun pengisian karena stok BBM solar maupun pertalite mencukupi,” kata Boy Jeckson, Sabtu (9/4/2022).

Begitupun dengan minyak goreng, jumlahnya tercukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain yang kemasan, sebut Boy, minyak goreng curah pun mudah didapatkan oleh masyarakat.

“Satgas pangan daerah telah berupaya sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan minyak goreng maupun BBM di masa bulan ramadan 2022,” katanya menjelaskan.

Sejak pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah beberapa waktu lalu misalnya, jajaran Pokres Nganjuk dan satgas pangan daerah telah mengawasi penjualan minyak goreng yang dilakukan oleh distributor.

Satgas pangan memastikan minyak goreng curah hanya dijual ke konsumen atau UMKM dengan harga Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram. Terkait BBM, satgas pangan juga melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyelewengan dalam pendistribusiannya.

Supervisor stasiun pengisian BBM di Jalan Gatot Subroto Kecamatan Kauman Kabupaten Nganjuk Joko Setiono menambahkan pasokan BBM terbilang lancar tanpa kendala.

“Bahan bakar jenis solar maupun pertalite sama-sama tersedia dalam jumlah cukup. Tidak pernah ada antrean kendaraan karena pasokan BBM berjalan lancar. Bila di daerah lain kabarnya ada kelangkaan, tidak demikian dengan di Nganjuk,” ucap Joko.

Adam Malis, pedagang kaki lima di alun-alun Nganjuk mengaku tidak pernah kesulitan mendapat minyak goreng untuk keperluannya berdagang.

“Alhamdulillah saya dan rekan-rekan pedagang kaki lima di alun-alun Nganjuk ini bisa mendapat minyak goreng dengan mudah dan harganya normal. Begitu juga dengan cerita tetangga-tegangga saya di rumah. Ini membuat kami tenang memasuki bulan puasa dan menjelang Lebaran nanti,” kata pria berusia 48 tahun itu.