oleh

Disdagrin Jombang Sebut Kenaikan Harga Cabai Rawit Masih Wajar

Jombang, Jurnal Jatim – Kenaikan harga komoditas cabai rawit merah di pasar tradisional di Jombang, Jawa Timur diangka Rp55 ribu per kilogram disebut wajar. Belum ada lonjakan signifikan seperti beberapa tahun sebelumnya yang tembus di atas ratusan ribu rupiah.

Kenaikan harga cabai rawit jelang natal dan tahun baru kompak hampir terjadi disemua daerah dengan salah satu penyebabnya karena faktor cuaca yang memengaruhi hasil produksi cabai.

Kabid sarana perdagangan dan barang pokok penting, dinas perdagangan dan perindustrian Jombang, Nursila Cahyani menyebut kenaikan harga cabai rawit merah di pasaran saat ini masih relatif wajar.

“Saya sudah lihat memang harga cabai naik, tapi tidak terlalu tinggi, masih wajar. Kalau dengan kondisi sekarang karena cuaca, kemudian banyak orang mantu (hajatan), melonjak dikit itu kan wajar,” kata Nursila ketika dihubungi Jurnaljatim.com, Selasa (7/12/2021).

“Kecuali melonjaknya (harga) itu di atas Rp100.000 kayak dulu. Itu kan sangat tinggi. Jadi, harga cabai musim kayak gini itu kenaikan wajar, yang penting naiknya kan gak sampai ratusan ribu,” sambungnya.

Nursila mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga itu. Pihaknya juga belum ada rencana untuk menggelar operasi pasar guna menekan “pedasnya” cabai rawit.

“Belum ada rencana Operasi pasar, karena lonjakannya tidak begtu tinggi. Kami setiap hari tetap melakukan pantauan harga, dan belum ada keluhan (kenaikan harga cabai rawit),” ujar dia.

Meski relatif wajar, Nursila mengatakan, setiap hari selalu memantau harga-harga sembako di pasaran. Masyarakat pun dapat melihat harga kebutuhan pokok di Siskaperbapo atau sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok yang selalu diupdate.

“Kami setiap hari ya memantau, harga bisa dilihat di Siskaperbapo,” katanya menyarankan.

Diberitakan sebelumnya, pantauan pada Selasa (7/12/2021) di pasar Mojoagung, Jombang, harga cabai rawit Rp55.000 per kilogram. Menurut pedagang, tiga pekan sebelumnya harga cabai rawit Rp30.000, lalu naik Rp35.000. Tak lama berselang kembali naik Rp45.000 dan sekarang Rp55.000 per kilogram.

“Sekarang harga cabai rawit Rp55.000 per kilogram. Sejak tiga minggu lalu harganya terus naik,” kata pedagang sembako di Pasar Mojoagung, Sariani.

“Harganya naik ya dari sana (tengkulak). Kenaikan karena mau tahun baru dan natal. Serta terjadi hujan terus menerus, banyak tanaman cabai di petani yang rusak,” Sariani melanjutkan.

Pedagang cabai lainnya, Sri Lumintu (55) menyebut, sekitar dua yang minggu lalu, ia menjual cabai rawit Rp15.000 per kilogram. Beberapa hari kemudian naik menjadi Rp35.000 dan sekarang tembus Rp55.000.

“Kalau stoknya pengiriman masih stabil. Begitu juga dengan harga kebutuhan pokok lainnya harganya masih normal, tidak ada kenaikan signifikan,” kata Sri Lumintu.

Meski stok masih normal, namun kedua pedagang sembako tersebut tidak berani mengambil barang dari tengkulak dalam jumlah besar karena harga tidak stabil. Mereka mengaku, jika harganya normal bisa menyetok cabai rawit 30 kilogram perhari.

“Kalau sekarang harganya dua kali lipat lebih, jadi ambil barang paling banyak 15 kilogram per hari,” kata Sri Lumintu.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel