oleh

Bupati Kediri Beri Sanksi Camat Yang Tertangkap Minta THR ke Desa

Kediri, Jurnal Jatim – Bupati Kediri, Jawa Timur, Hanindhito Himawan Pramana memberikan sanksi kepada Camat Purwoasri, Mudatsir serta Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Purwoasri Didik Prasetyo yang tertangkap melakukan pungutan liar untuk tunjangan hari raya (THR).

Bupati Kediri menegaskan, sanksi yang diberikan kepada oknum camat dan staf itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

“Camat Purwoasri diberikan sanksi hukuman berat berupa penurunan jabatan setingkat lebih rendah, dan kasus Kasi PMD Kecamatan Purwoasri melanggar PP Nomor 53 Tahun 2010 sehingga diberikan sanksi hukuman berat penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun,” katanya.

Lebih lanjut Hanindhito menyatakan, sebelum memberikan keputusan, dia akan konsultasi terlebih dahulu hingga ada aturan yang jelas terkait sanksi tersebut.

Pemkab Kediri juga akan meminta surat rekomendasi kepada Pemprov Jatim untuk melapor ke Kemendagri terkait dengan pengajuan sanksi tersebut.

“Dalam proses penggantian, pada pasal 162 ayat 3 disebutkan bahwa kepala daerah belum boleh atau kalau mengganti jajarannya harus melakukan izin ke Kemendagri,” ujarnya.

Temukan uang Rp15 juta

Bupati menjelaskan awal mulai dugaan pungli yang dilakukan oknum camat itu. Bahwa sebelum Hari Raya Idulfitri 2021 lalu, dia telah menerima adanya aduan terkait permintaan THR tersebut. Saat itu dirinya langsung menghubungi Camat Purwoasri.

Bupati yang akrab disapa Mas Bup itu mengingatkan kepada camat bahwa tindakan tersebut termasuk indisipliner dan meminta agar uang pungutan liar itu segera dikembalikan. Peringatan itu sudah ia sampaikan berkali-kali.

Rupanya, imbauan itu tidak diindahkan dengan tetap melakukan penarikan kepada setiap desa yang diambilkan dari pendapatan asli desa untuk keperluan THR.

“Besar uang yang diminta per desa awalnya Rp1,5 juta, namun kemudian turun menjadi Rp1 juta,” Hanindhito menjelaskan, Sabtu (15/5/2021).

Nah, pada saat melakukan inspeksi mendadak atau Sidak ke lokasi, dia menemukan uang sebesar Rp15 juta yang terkumpul dari 15 desa, dari 23 Desa di Kecamatan Purwoasri. Uang Rp15 juta itu diduga akan diberikan kepada oknum camat untuk kepentingan THR.

 

 

Editor: Azriel