oleh

Cerita Robig, Dibacok Orang Saat Mengamen di Jalan Raya Mojoagung

Jombang, Jurnal Jatim – Iwan Nugraha alias Robig, harus merelakan jempol tangannya putus akibat dibacok senjata tajam oleh orang tak dikenal saat mengamen di simpang tiga, Jalan Raya Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Masih beruntung, nyawa pemuda 28 tahun itu selamat. Karena, empat orang temannya yang bersamanya segera menolong dan membawa ke Puskesmas setempat.

“Ya lumayanlah, sudah dapat pengobatan,” tutur dia setelah sebelumnya dirawat di RSUD Jombang, Senin (22/3/2021) siang.

Sembari menahan rasa sakit pada tangannya, Robig mulai menceritakan kejadian yang dialaminya pada Minggu (21/3/2021) malam. Robiq dan keempat temannya yang dikenal sebagai anak jalanan (Anjal) sedang mengamen di simpang tiga Desa Mojotrisno.

Cerita Robig, Dibacok Orang Saat Mengamen di Jalan Raya Mojoagung

Digeber motor

Di saat sedang mengamen, tiba-tiba ada sekelompok pengendara motor yang tidak dikenalnya, sengaja meraungkan atau menggeber-geberkan motornya saat berjalan.

“Waktu itu, saya lagi ngamen biasa, terus motornya digeber-geber sama mereka, ada yang jorokin juga ke temen saya yang kecil ini,” katanya.

Dari situlah akhirnya terjadi keributan di dekat simpang tiga Mojotrisno dan sempat terjadi pertempuran hingga mereka mengeluarkan sebilah golok dan langsung mengayunkan ke arahnya.

“Sempat saya tangkis, kena jempol saya putus, habis itu bacok lagi saya tangkis kena tangan satunya, baru saya jatuh terus kena bacok juga ini di kaki,” ujarnya.

Setelah itu, warga asal Desa Cikadu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut tidak sadarkan diri. Keempat temannya dibantu warga segera menolong dan membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Robig kemudian dirujuk ke RSUD Jombang dan mendapat penanganan hingga Senin (22/3/2021) pagi. Meski telah membawa KIS (Kartu Indonesia Sehat) dari rumah, namun perawatan maksimal tak bisa didapatnya.

“Ya lumayan sudah dapat perawatan, cuma ini kan ada yang harus diamputasi, pakai KIS ini tidak bisa, jadi harus pakai biaya mandiri, makanya saya akhirnya memilih keluar dari RSUD dan mau pulang saja,” katanya.

Robig mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Mojoagung Jombang. Kini, dengan kedua tangan dan satu kaki diperban, Robig dengan teman-temannya berada di Mapolsek berencana pulang ke daerahnya masing-masing di Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat.

 

 

Editor: Hafid