oleh

Hendak tanam singkong, warga Jombang temukan benda kuno mirip sumur

Jombang, Jurnal Jatim – Benda kuno yang bentuknya melingkar menyerupai sumur ditemukan seorang warga yang hendak menanam singkong di area persawahan Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur.

Temuan itu telah dilaporkan penemu, Muhammad Sholeh (36), ke perangkat desa setempat dan dilanjutkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Sholeh menuturkan, benda cagar budaya (kuno) bentuknya menyerupai sumur itu tidak sengaja dia temukan saat sedang membersihkan tanah di lokasi untuk ditanami singkong.

“Tanpa sengaja saya menemukan benda ini pada Senin (15/2/2021) siang. Saat itu langsung saya laporkan ke perangkat desa lalu dicek ke sini,” katanya, Rabu (17/3/2021).

Saat bersih-bersih tanah di sekitar lokasi, ia melihat benda mirip sumur berada di antara himpitan tanaman tebu. Posisi benda itu menyembul ke atas permukaan tanah.

“Kok ada gundukan, lalu saya cangkul. Dan baru sampai pada kedalaman 5 sentimeter saya menemukan benda seperti bul (sumur kuno),” jelasnya.

Benda itu berdiameter kurang lebih 80-90 sentimeter dengan ketebalan bibir sekitar 15 sentimeter. Serpihan dari benda itu juga ditemukan di sekitarnya.

“Bahannya dari tanah liat. Waktu saya temukan itu kondisinya sudah pecah. Sebelumnya warga juga tidak tahu kalau ada benda ini,” terangnya.

Sholeh melanjutkan, sebelumnya di desanya juga pernah ditemukan batu bata kuno, situs, terus sumur kuno dan lainnya di belakang balai desa setempat atau dua kilometer dari temuan itu.

Penggalian dihentikan

Juru pelihara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Jayadi mengatakan temuan tersebut sudah ia koordinasikan bersama perangkat dan Kepala Desa setempat serta dilaporkan Mepada kepala Disdikbud Kabupaten setempat.

“Belum bisa menyimpulkan ini dari peninggalan apa, komponen apa. Yang saya tahu ini bahannya tanah liat, dan kuno,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan, Disdikbud Jombang, Didik Pambudi Utomo menambahkan dirinya telah mendatangi lokasi temuan dan menunggu hasil koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

”Penggalian dihentikan sementara. Kita berpesan sama Jupelnya, untuk mengamankan lokasi situs ini agar tidak terjadi kerusakan,” katanya.

 

 

Editor: Hafid