oleh

PPP Jombang Ziarah Makam Pencetus Lambang Ka’bah KH Bishri Syansuri

Jombang, Jurnal Jatim – Sejumlah fungsionaris PPP Jombang dan anggota DPRD, DPR RI Dapil VIII berziarah ke makam ulama dan pendiri partai dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Partai Persatuan Pembangunan ke-48.

Ziarah dilakukan di makam KH Bishri Syansuri di kompleks makam keluarga, Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu pagi, (9/1/2021).

Ziarah dipimpin ketua DPC PPP Jombang, Hj Mundjidah Wahab. Turut mengikuti anggota DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah dan anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Sillahuddin.

Setiba di makam, rombongan langsung menggelar doa dilanjutkan tabur bunga di pusara makam kiai Bishri Syansuri di samping kanan Masjid Pondok.

“Ziarah kami lakukan untuk mengenang jasa dan meneladani jejak perjuangan tokoh bangsa,” tutur Mundjidah Wahab usai berziarah di makam Kiai Bisri.

Bupati Jombang itu menyampaikan, kiai Bishri Syansuri merupakan salah satu pendiri PPP sekaligus pencetus lambang Ka’bah di tahun 1973 waktu itu.

Dalam perjalanan politik, PPP dilahirkan oleh peran ulama dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Di antaranya KH Idham Chalid, dan KH Bisri Syansuri yang merupakan penggabungan atau disebut Fusi partai-partai islam yang termasuk Partai Nahdlatul Ulama (PNU).

“Beliau (Kiai Bishri) merupakan Fusi dari unsur Nahdlatul Ulama (NU),” terang Mundjidah putri dari KH Abdul Wahab Chasbulloh, pendiri dan penggerak NU.

PPP Jombang Ziarah Makam Pencetus Lambang Ka'bah KH Bishri Syansuri

Matang dalam perpolitikan

Kiai Bisri merupakan ulama besar dan pendiri Pondok Pesantren (PP) Mambaul Maarif, Denanyar Jombang yang disegani semasa hidupnya. Kiai Bisri Syansuri juga merupakan kakek Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Disamping tokoh ulama dan pemimpin pondok, kiai Bisri juga seorang tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan organisasi Islam dan politik yaitu NU dan PPP.

Kiai Bisri pernah menjabat sebagai Rais ’Aam atau ketua umum Syuriyah PBNU dan Rais ‘Aam Majelis Syuro PPP yang saat itu menjadi partai islam. Kedua jabatan itu diduduki sampai kiai Bisri Syansuri wafat pada tahun 1980.

Mundjidah Wahab bersyukur PPP saat ini sudah berusia 48 tahun. Menurutnya Usia itu cukup matang dalam kancah perpolitikan.

“Sebagai partai islam yang didirikan para ulama, PPP akan bersama-sama terus bersatu membangun bangsa dan dibarisan para ulama membangun persatuan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

PPP didirikan pada 5 Januari 1973, dan merupakan gabungan dari 4 partai keagamaan yaitu Partai Nahdlatul Ulama (PNU), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan Parmusi.

Rangkaian kegiatan Harlah PPP ke 48 di kantor DPC PPP Jombang diisi doa bersama dan istigasah. Diawali dengan berziarah ke makam para tokoh pendiri bangsa dan Ulama, KH Abdul Wahab Chasbulloh dan KH Bisri Syansuri.

 

 

Editor: Azriel