Kediri, Jurnal Jatim – Suasana duka dan haru mengiringi pemakaman korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Rahmania Ekananda (40) dan putrinya Fathima Ashalina (2,5) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Jenazah ibu dan anak itu dimakamkan satu liang lahat di tempat pemakaman umum Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (23/1/2021) siang.
Rahmania bersama dua orang anaknya diketahui sedang dalam perjalanan menuju Pontianak untuk menyusul suaminya. Sementara anak pertamanya, Fazila Amara masih belum berhasil teridentifikasi oleh petugas.
Setiba di rumah duka jalan Yos Sudarso, Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri pada Sabtu siang, mobil ambulans yang membawa peti jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat korban.
Karena masih kondisi pandemi COVID- 19, kedua peti jenazah langsung dibawa ke masjid setempat untuk disalati sesuai dengan kesepakatan keluarga.
Usai disalati, jenazah Rahmania dan putrinya Fathima kemudian dibawa ke pemakaman desa setempat. Jenazah ibu dan anak tersebut dimakamkan dalam satu liang lahat.
Brema P Limbeng, perwakilan Sriwijaya Air mengatakan, pihaknya ikut mengantar jenazah korban sebagai bentuk pertanggungjawaban maskapai Sriwijaya air kepada keluarga korban.
“Kami dan pihak jasa raharja sudah memberikan santunan terhadap keluarga korban,” ucapnya.
Sementara, Budi Martono, perwakilan keluarga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pencarian jenazah Rahmania dan putrinya Fathima.
“Kami dari pihak keluarga mohon dimaafkan jika ada kesalahan dari almarhum,” tutur Budi.
Jenazah keduanya berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identificatiion (DVI), korban penumpang pesawat Sriwijaya SJ 182 Rahmania dan salah-satu putrinya Fathima, warga Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Rahmania dan putrinya Fathima berhasil diidentifikasi pada tanggal 18 Januari kemarin oleh tim DVI, sementara putri kedua Rahmania atas nama Fazila Amara belum berhasil terindentifikasi.
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh dengan rute penerbangan Jakarta – Pontianak dinyatakan hilang di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.
Peristiwa terjadi pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pesawat mengangkut 62 orang penumpang yang terdiri dari 6 kru, 46 dewasa, 7 anak-anak dan 3 balita.
Editor: Hafid