Surabaya, Jurnal Jatim – Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Nico Afinta menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur (Jatim) menggantikan Irjen Pol Muhammad Fadil Imran yang diangkat dalam jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya.
Nico Afinta Karo-karo sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dilantik pada 1 Mei 2020 lalu atau sekitar 6 bulan lalu. Perjalanan karir di korps bhayangkara terbilang moncer.
Jenderal bintang dua itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. Ia lama di Reserse Polda Metro Jaya, yakni sebagai Kanit Sumdaling Distkrimsus, Kasubdit Jatanras, dan Wadir Reskrimum.
Jabatan komando yang pernah dipegang polisi berumur 49 tahun tersebut di antaranya Kapolsek Metro Ciputat dan Kapolrestabes Medan, sebelum kemudian menempuh pendidikan di Sespimti Polri.
Setelah itu, polisi kelahiran Surabaya 30 April 1971 menjabat Direktur Resese Narkoba dan dilanjutkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.Saat menjabat, Nico mengungkap sejumlah kasus besar.
Ungkap Kasus Besar
Nico yang waktu itu menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, bersama timnya mengungkap kasus sabu seberat 1 ton di Anyer, Banten, pada 13 Juli 2017 lalu dengan 4 orang WNA yang diamankan.
Atas prestasi tersebut, Irjen Pol Idham Azis yang kala itu menjabat Kapolda Metro Jaya pun memberikan penghargaan bahkan pernah menjanjikan promosi Jenderal.
Kemudian, ketika menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Nico menangkap Ratna Sarumpaet yang menyebarkan hoaks ke publik. Dengan wajah yang babak belur, Ratna mengaku menjadi korban penganiayaan.
Ratna saat itu diamankan di Bandara Soekarno Hatta dan telah menjalani hukuman. Kemudian saat menjabat Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Nico juga berperan dalam penangkapan tersangka penyiraman air keras Novel Baswedan.
Setelah menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri, Nico bertugas sebagai Staf ahli sosial politik (Sahlisospol) Kapolri yang kemudiam pada 1 Mei 2020 lalu ia dimutasi menjadi Kapolda Kalsel.
Mengutip Wikipedia, penghargaan sipil yang pernah diraih Nico di antaranya UNIPTF Bosnia tahun 1998 dan Law Enforcement Award dalam AP Visa Risk Security Summit tahun 2018. (*berbagai sumber)