Derita Bayi Jombang, Lahir Tidak Sempurna Dan Gizi Buruk

JOMBANG (.com) – Orangtua memanggilnya Hafiz, panggilan untuk bernama lengkap Muhammad Hafiz Al Arhan yang kini berusia 16 bulan. Putra pasangan Imam Wahyudi (38) tahun dan Ani Rahayu (32) tahun Desa , Diwek, Kabupaten Jombang, JawaTimur tak seperti bayi pada umumnya.

Keterbatasan nampak pada kondisi bayi, divonis cacat sejak dalam kandungan. Usai lahir, kondisi tidak sempurna hafiz, mulai bibir sumbing, tidak memiliki langit-langit mulut, kaki berbentuk X, tidak memiliki lubang anus sampai menderita kelainan jantung. Baru-baru ini, si bayi mungil Hafiz divonis mengalami gizi buruk, dengan usianya yang kini 16 bulan berat badan Hafiz hanya 6 kg.

“Kemarin itu saya MHSD ke RSUD Jombang, satu gizi buruk dan kedua memang anak saya muntaber, dan hampir satu bulan dirawat,” tutur Imam, orang tua Hafiz pada sejumlah , Jumat (19/4/2019).

Sejak lahir Hafiz seakan sudah terbiasa keluar masuk RSUD Jombang. Bahkan, ayahnya rela mengundurkan diri dari tempat ia bekerja demi memberikan perhatian dan mendampingi putra tercintanya.

“Waktu itu kondisi anak juga seperti itu, dan anaknya juga butuh pendamping, ya udahlah gak apa-apa saya keluar dari tempat kerja, mungkin rejeki ada dari jalan lain,” ujar Imam tanpa penyesalan meskipun kini bekerja serabutan.

Imam yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan BPJS mandiri, sempat mengalami kesulitan membayar sehingga menunggak selama bulan.

“Ya sekarang sih bekerja tapi ya serabutan, kalau ada ya bekerja kalau gak ada ya di rumah,” tuturnya.

Beberapa Dinas terkait pun bertindak dengan sigap, seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Bahkan tak ketinggalan pendamping TKSK pun turut memberikan uluran tangan.

“Semua Dinas terkait sudah terkordinasi, dengan baik sehingga untuk menangani kondisi mas Hafiz ini, akan diprioritaskan untuk perbaikan gizinya terlebih dahulu. Sedangkan untuk biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah sampai dengan dan normal,” papar Kepala Dinsos Jombang, M. Saleh, saat melihat langsung kondisi Hafiz.

Sementara itu, PLh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jombang, Ashari, menuturkan bahwa selama ini pihak Dinkes sudah melakukan tindakan, dengan memberikan pelayanan kesehatan, sejak masuk di RSUD Jombang hingga susu tambahan untuk asupan gizinya.

“Kedepannya tetap kita pantau, dalam artian itu peningkatan gizinya, misalnya untuk menggemukkan dulu badannya, sehingga kalau itu sudah teratasi, kedepan tinggal penanganan untuk operasi bibir sumbingnya,” kata Ashari menjelaskan saat dihubungi Jurnaljatim di kantornya, Senin (22/4/2019).

Ditanya soal pembiayaan operasi Hafiz, Ashari mengatakan jika keluarga Imam masuk dalam kategori keluarga miskin, maka akan di cover dengan kartu Jombang Sehat ().

“Ada berbagai cara untuk pembiayaan masalah ini. Dan ini sudah mengarah bukan lagi pada penyakit dasar sehingga ini yang nangani haruslah rumah sakit,” pungkasnya.


Editor: Hafid