Ngawi, JurnalJatim.com – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ngawi, menggelar Wawasan Kebangsaan bagi pelajar se-Kabupaten Ngawi di Musium Trinil, Rabu (13/3/2019). Wawasan kebangsaan itu untuk menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia.
“Pengenalan empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, keempat pilar tersebut yakni Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Kepala Kesbangpol Kabupaten Ngawi, Yoni Wasono SH.
Hadir dalam kegiatan itu, Buoati Ngawi Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ony Anwar, Sekda Kab Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Ketua Pengadilan Negeri. Muh. Jauhar Setyadi, S.H, M.H, Mayor Arm Ronald F. Siwabessy Dan Yon Armed 12/155/AY/1/2 Kostrad, Mayor Inf Eko Wardoyo Kasdim 0805/Ngawi, Kasat Intelkam Polres Ngawi AKP Cecep Wahyudi, S.Pd, Yoni Wasono, S.H Kepala Kantor Kesbangpol, Forkopimcam Kedunggalar, Perwakilan guru dan pelajar SLTA di Kabupaten Ngawi.
Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono, mengungkapkan, masalah pendidikan sangat penting untuk semua, khususnya generasi muda penerus bangsa. Menuru Kanang Sapaan akrab Bupati, ada cerita yang dapat menginspirasi adik-adik dalam menggapai cita-cita yaitu, tentang kehidupan Presiden Jokowi yang merupakan anak orang biasa/tukang kayu.
Karena kerja keras orangtua dan usahanya, Jokowi dapat kuliah di UGM. Dan kebetulan, lanjut Kanang, Jokowi merupakan kakak kelasnya kuliah di UGM. Hingga akhirnya saat ini Jokowi menjadi Presiden RI.
“Pembinaan wawasan kebangsaan bagi pelajar tingkat SLTA ini merupakan program yang sangat baik untuk generasi muda atau yang disebut generasi Milenial agar mempunyai rasa kebangsaan dan meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa,” terangnya.
Ia menambahkan, Kemerosotan kebangsaan saat ini malah terjadi pada elit tingkat atas, terjadi tarik menarik, harus kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia berdiri pada 4 pilar, Pancasila, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI harga mati, tetapi ada yang berusaha ingin menerapkan khilafah yaitu Ormas HTI dan saat ini telah dibubarkan oleh pemerintah.
Adapun pelatihan dari Kesbangpol Kabupaten Ini diikuti 220 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Ngawi. (*)
Editor: Azriel