oleh

Polisi Razia konvoi arak-arakan Kelulusan Unas

Empat pelajar diamankan

JOMBANG – Jajaran Kepolisian Satuan Lalu Lintas, Polres Jombang melakukan razia kepada para pelajar yang melakukan konvoi arak-arakan dalam merayakan kelulusan Unas. Selas (16/6/2009). Ratusan pelajar yang melakukan konvoi secara ugal-ugalan tersebut dibubarkan secara paksa oleh petugas kepolisian setempat, karena dianggap mengganggu kenyamanan jalan raya. “Ayo bubar semua, pulang saja kerumah, jangan membikin keramaian dijalan,” himbau salah satu petugas kepada segerombolan pelajar.

Selain kepolisian, petugas Satpol PP pun ikut membubarkan sejumlah pelajar yang dianggap membuat keonaran di depan pendopo Kabupaten Jombang. Selain membuat suara bising dengan geberan motor protolan, beberapa pelajar juga melakukan atraksi motornya.

“Pembubaran aksi ugal-ugalan ini dilakukan karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan di lingkungan pendopo,” kata Urip, petugas Satpol PP yang bertugas menjaga pendopo kabupaten setempat.

Mengetahui adanya himbauan tersebut. Para pelajar langsung meninggalkan lokasi pendopo tersebut. Selanjutnya, mereka melakukan konvoi keliling kota Jombang. Akibatnya dapat diduga, sejumlah titik jalan protokol di Jombang macet untuk beberapa saat.

Sementara itu, dalam konvoi tersebut, sedikitnya empat pelajar berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Hal itu dikarenakan himbauan petugas untuk tidak melakukan konvoi dijalan tidak dihiraukan. Selanjutnya mereka dibawa ke Pos Polantas Ringin Contong untuk diberikan pembinaan.

Menurut Kanit Patroli Polantas Jombang, Ipda Nanang, Sebelumnya pihaknya telah menghimbau para pelajar untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun demikian, mereka masih nekad melakukan konvoi di jalanan. Akhirnya, polisi menangkap sejumlah pelajar yang bandel tersebut.

“Padahal Sebelumnya kami sudah menghimbau mereka (pelajar, red) untuk langsung pulang, tapi mereka masih membandel. Karena itu, kami menangkapi sejumlah pelajar yang masih berkeliaran itu,” katanya.

Dijelaskan Nanang, para pelajar yang tertangkap akan diberikan pembinaan. Selain itu, pelajar yang surat-surat kendaraannya tidak lengkap akan ditilang. “Yang tidak mempunyai kelengkapan surat kita tilang,” tegasnya.

Komentar