Jombang, Jurnal Jatim – Ratusan pemuda melakukan konvoi ugal-ugalan di beberapa ruas jalan di Jombang, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026) malam. Bahkan, nyaris bentrok dengan warga yang emosi dengan aksi mereka.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Polisi bergerak cepat membubarkan dan menangkap beberapa di antara mereka yang diduga dari oknum perguruan silat.
“Ada 43 orang yang kami tangkap di berbagai lokasi, mereka masih sekolah dan beberapa sudah kerja,” kata Kasateskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander.
Dari informasi yang didapat JurnalJatim.com, awalnya rombongan konvoi pakaian hitam mengawali perjalanan dari arah Jombang. Mereka melewati simpang empat Bambu Runcing, mengarah selatan menuju arah Mojowarno.
Bag raja jalanan, gerombolan pemuda yang diduga akan membuat onar di kota santri ini melakukan konvoi ugal-ugalan dengan motor knalpot bising, yang memekik telinga.
Ketika tiba di Dusun Gambiran Selatan, Desa Gambiran, mereka menggeber-geber motor hingga mengganggu ketenangan warga dan pengguna jalan.
Tidak hanya itu, mereka juga turun dari sepeda motor dan melemparkan batu ke arah warga yang berada di sekitar lokasi, memicu emosi masyarakat.
Warga yang terprovokasi langsung melawan berusaha mengejar para remaja itu. Mereka yang awalnya bergerak ke arah Mojowarno akhirnya melarikan diri berbalik arah.
Petugas dari Polsek Mojowarno yang telah siaga, langsung mengadang hingga mereka kembali berbalik arah menuju utara. Nah, begitu melintasi Desa Gambiran, para remaja kembali dihadang petugas Polsek Mojoagung dan warga.
Gerombolan liar yang tertangkap, kemudian dibawa ke Mapolsek Mojoagung dengan berjalan kaki sambil mendorong sepeda motor. Setelah dilakukan pendataan, dibawa ke Polres Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dimas Robin mengatakan selain menangkap kelompok pemuda konvoi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi juga menyita puluhan sepeda motor dan menemukan sisa minuman keras (miras).
“27 motor kami amankan, dan miras jenis arak 1 botol sudah diminum sisa 1/3 isi. Miras itu terus kami kembangkan asal usulnya,” katanya.
Lebih lanjut puluhan pemuda yang tertangkap diberikan pembinaan kemudian diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. Sementara bagi yang masih sekolah, polisi juga mendatangkan gurunya.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






