Sehari Petugas Operasi Tangkap Tawon di Dua Rumah Warga Nganjuk

, Jurnal Jatim – Petugas dan penyelamatan dalam satu hari melaksanakan operasi tangkap tawon (OTT) di dua tempat di wilayah setempat.

Operasi Tangkap Tawon (OTT) dilaksanakan setelah petugas Damkar dan Penyelamatan menerima laporan dari ada sarang tawon berukuran besar dan dikhawatirkan membahayakan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk, Sujito mengemukakan, dalam sehari, Jumat (30/1/2022), pihaknya menerima dua laporan adanya sarang tawon berukuran besar bersarang di rumah warga.

Yakni di rumah Muhajir (58), RT 03 RW 11 Dusun Nglegok, Sumengko, Wilangan dan di rumah Indah (35) RT 006 RW 002, Desa Wilangan, Kecamatan Sukomoro.

“Tim kami bergerak melaksanakan giat OTT yang dipimpin langsung Kabid Pemadam dan Penyelamatan dan Sarpras,” kata Sujito, Sabtu (1/10/2022).

Sujito mengatakan tawon ukuran besar yang bersarang itu berjenis vespa affinis atau . Sarang tawon ndas itu berada pada atap rumah Muhajir dan Indah.

vespa affinis tersebut laksanakan malam hari. Petugas memakai alat pelindung diri (APD) agar terhindar dari sengatan lebah berbahaya itu.

“Kegiatan (OTT) dilaksanakan pada malam hari. Karena kalau kegiatan kita laksanakan di siang hari dapat membahayakan petugas termasuk lingkungan yang ada (sarang) tawonnya itu sendiri,” ujarnya.

Proses evakuasi, petugas naik ke atap rumah menggunakan tangga dan membawa alat. lantas menyemprotkan disinfektan langsung ke dalam sarang tawon. Kemudian sarang dibongkar dengan kondisi tawon sudah mati.

Evakuasi sarang tawon di rumah ibu Indah berlangsung selama 1,5 jam. Yakni mulai jam 19.30 wib sampai 21.00 WIB. Sedangkan di rumah Muhajir mulai pukul 22.00-23.10 WIB.

“Alhamdulillah proses evakuasi sarang tawon berjalan lancar dan tidak ada kendala,” kata Sujito menambahkan.

Petugas Damkar daerah setempat memang kerap mengevakuasi sarang atau tawon ndas di kawasan permukiman karena meresahkan dan membahayakan warga.

Lebih lanjut Sujito berpesan apabila masyarakat menemukan sarang tawon, bisa langsung melapor ke Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk.

“Karena apabila dievakuasi sendiri bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya,” tandanya.

Dapatkan update berita menarik hanya di .com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com