Jombang, Jurnal Jatim – Anggota TNI dan Polisi dibantu warga akhirnya berhasil menangkap pria bersajam yang tiba-tiba mengamuk menyerang mereka hingga nyaris tertusuk pisau yang dibawa pelaku.
Dia ialah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Rifa’i warga Desa Budugsidorejo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kepala Desa Budugsidorejo, Asmujiono menceritakan kronologi kejadiannya. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/2/2026), sore.
Bermula pagi hari Rifai diduga mengalami depresi mendatangi sebuah warung kopi di desa setempat. Dia kemudian mengambil pisau milik warung itu yang digunakan untuk melukai diri sendiri.
“Namun, aksi yang bersangkutan itu bisa dicegah,” kata Asmujiono kepada wartawan di lokasi kejadian.
Setelah dicegah, Rifa’i membawa sabit mendatangi rumah guru ngajinya Solikan (60), sambil mengomel tidak jelas dan mengaku mendapat “wangsit”.
Ia kemudian dinasehati oleh gurunya hingga sabit yang dibawa Rifai diserahkan kepada Solikan untuk diamankan.
Namun, beberapa saat setelah pulang ke rumah, Rifai kembali keluar dengan membawa pisau dapur berukuran 25 cm dengan gagang kayu. Warga yang mengetahui itu melaporkan ke perangkat desa serta bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Nah, pada saat dihampiri oleh Kepala Dusun Hadi Kuswoyo bersama Aiptu Abdul Rohman dan Sertu Heru. Insiden kejar-kejaran hingga pergumulan pun tak terhindarkan dan terekam kamera CCTV warga.
Rifai berusaha melawan saat hendak dilumpuhkan. Bahkan, Aiptu Abdul Rohman yang sempat terjatuh nyaris terkena tusukan pisau yang dibawa Rifa’i.
Berkat kesigapan petugas keamanan Rifai dapat dilumpuhkan oleh bhabinkamtibmas Aiptu Abdul Rohman dan Babinsa Sertu Heru dengan dibantu warga setempat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan babinkamtibmas karena yang bersangkutan berhasil dilumpuhkan,” ujar Asmujiono.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo mengatakan setelah dilakukan interogasi, diketahui bahwa Rifai mengalami gangguan mental.
Terdapat sejumlah luka di tangan dan dadanya yang menunjukkan upaya bunuh diri dengan pisau yang dibawanya.
Saat diajak bicara, Rifai tampak marah-marah dan berbicara tidak jelas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan Rifai sedang mengalami depresi berat.
Menurut AKP Bagus, Kepala Desa Budugsidorejo bersama pihak keluarga Rifai telah datang ke Polsek Sumobito dan meminta Rifai dibawa ke RSJ lawang guna memeriksakan kesehatan kejiwaannya.
“Setelah ada kesepakatan, malam ini saudara Rifa’i diantarkan ke RSJ Lawang,” kata AKP Bagus.
Informasi ini tidak dimaksudkan mendorong orang lain melakukan hal serupa untuk melukai diri sendiri. Apabila mengalami gejala gangguan mental, disarankan segera berkonsultasi dengan psikiater atau pihak-pihak yang berkompeten.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






