Profil Maidi, Wali Kota Madiun yang Ditangkap KPK Kasus Fee Proyek dan Dana CSR

Madiun, Jurnal Jatim – Wali Kota Madiun Maidi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Maidi kena OTT diduga terkait fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun.

OTT KPK terhadap Wali Kota Madiun Maidi sempat mengagetkan semua pihak, terutama masyarakat Kota Madiun. Sebab, Maidi dikenal dekat dengan warga melalui gaya kepemimpinan yang progresif dan turun ke bawah.

Dia sering berkeliling kota menggunakan sepeda atau motor untuk mengecek langsung kondisi infrastruktur dan menyapa warga.

Profil Maidi, Wali Kota Madiun

Maidi lahir di Ngawi, pada 12 Mei 1961. Dia bukan orang baru di lingkungan Pemkot Madiun. Wali Kota Madiun selama 2 periode (2019–2024 dan 2025-2030) itu memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat.

Dirangkum JurnalJatim.com, dia mengawali pengabdian sebagai guru ASN dan sukses menyelesaikan studi pendidikan hingga S3. Sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota Madiun, dia menjabat Sekda Kota Madiun.

Selama masa jabatannya, Kota Madiun banyak menerima penghargaan, tingkat provinsi maupun nasional. Mulai dari penghargaan tata kelola pemerintahan yang bersih (WTP berturut-turut), kota cerdas (Smart City), hingga inovasi di bidang lingkungan hidup dan pelayanan publik.

Sederet penghargaan itu dikoleksi Pemkot Madiun dari sentuhan tangan dingin Maidi, yang membuat Kota Madiun mengalami perubahan wajah secara drastis. Salah satu mahakaryanya yang paling ikonik adalah pembangunan kawasan Pahlawan Street Center (PSC).

Maidi menghadirkan replika ikon dunia seperti Patung Merlion (Singapura), Menara Eiffel (Prancis), Kabah (Mekkah), dan Kincir Angin (Belanda).

Kawasan Jalan Pahlawan berubah menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta atau bahkan kota-kota di Eropa. Langkah itu bukan sekadar estetika melainkan strategi ekonomi untuk menarik wisatawan dan menghidupkan UMKM lokal.

Selain pembangunan fisik, Maidi juga fokus pada peningkatan SDM melalui program laptop gratis bagi siswa sekolah dasar hingga menengah serta beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

Maidi, Wali Kota Madiun ditangkap KPK bersama 14 orang lainnya dalam operasi senyap. Mereka adalah pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun hingga pihak swasta. Mereka saat ini menjalani pemeriksaan lanjutan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menerangkan mereka terjaring OTT atas kasus dugaan “uang jatah” atau fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Madiun.

Dari OTT itu, tim antirasuah menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Setelahnya, sembilan dari 15 orang yang terjaring OTT KPK, termasuk Maidi, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. (*)

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com