Kediri, Jurnal Jatim – Polisi menangkap 123 orang diduga terkait demo rusuh di sejumlah lokasi di Kediri, Jawa Timur. Polres Kediri kini terus mendalami peran para pelaku.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menyebut jika alat bukti, termasuk rekaman CCTV dinilai cukup, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat.
“Kalau memang rekaman CCTV ada dan alat buktinya cukup, ya pasti kita amankan, walaupun pelakunya tidak termasuk 123 orang yang sudah kita amankan,” ujar Bramastyo, Minggu (31/8/2026).
Mempercepat proses identifikasi peran dari masing-masing pelaku, petugas gabungan dari Satreskrim dan unit Reskrim Polsek diterjunkan, karena banyaknya jumlah orang yang diperiksa.
“Karena jumlah yang diperiksa cukup banyak sehingga bisa segera ditentukan peran masing-masing dan apakah alat bukti terhadap mereka juga cukup,” katanya.
Menurut Bramastyo, pengumpulan alat bukti tidak hanya dari lingkungan Kantor Pemkab Kediri, tapi juga di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, mulai dari Tepus hingga pertigaan Pemkab.
Terkait identitas para pelaku yang telah ditangkap, Bramastyo menyebut mayoritas berusia di bawah 18 tahun dan berstatus sebagai pelajar SMA, SMK, serta beberapa dari SMP.
Sementara itu, pelaku berusia di atas 18 tahun pada umumnya pekerja serabutan. Bramastyo masih belum bisa memastikan adanya keterlibatan dari oknum kelompok perguruan silat.
“Untuk yang tergabung dalam perguruan silat, kita masih dalami,” katanya.
Ia menambahkan banyaknya keterlibatan anak-anak ikut dalam aktivitas ganguan kamtibmas, merusak dan hal hal yang merugikan fasilitas umum, maka perlu diingatkan para orang tua untuk menjaga putra putrinya masing masing, karena hanya orang tua yang bisa mengontrolnya.
Dirinya pun menegaskan apabila ditemukan dari 123 pelaku di bawah umur, maka akan dipanggil orang tuanya.
“Kami berikan catatan bekerjasama dengan pemda, sekolahan dan akan kami rekam sebagai catatan di Kepolisian dan akan berdampak dikemudian hari.l,” tandasnya.
Mengantisipasi kejadian serupa, kepolisian menyiapkan pengamanan khusus malam hari. Bramastyo menegaskan, tindakan tegas dan terukur akan diambil jika situasi kembali memanas.
“Kami akan berkerjasama dengan Pemkab, Kodim 0809 Kediri, stakeholder dan masyarakat di Kabupaten Kediri, baik secara patroli bersama memberdayakan atau bekerjasama dengan seluruh masyarakat untuk menjaga Kamtibmas, karena keamanan dan ketertiban tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf. Ragil Jaka Utama menambahkan pihaknya selalu siap mendukung pemerintah, supaya roda pemerintah di Kabupaten Kediri bisa berjalan lancar dan roda perekonomian tidak terputus.
“Situasi Kamtibmas saat ini aman terkendali. Bukan hanya Kodim, ada batalyon, Brigif, kami siap seratus persen tugas perbantuan Kepolisian dalam menjaga Kamtibmas,” tegas Ragil Jaka.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






