Dua Pelajar Blitar Jual Bahan Petasan untuk Lebaran 2024 Ditangkap

Blitar, Jurnal Jatim – Satuan Reserse Polres Blitar menangkap dua pelajar penjual bahan peledak jenis yang dipersiapkan untuk 1445 hijriah.

Kedua pelaku adalah YN (17) asal Wonodadi, Kabupaten Blitar dan Z (17) asal kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Saat penangkapan, menyita 3 kilogram obat dan beberapa selongsong petasan

Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengatakan kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda beserta barang buktinya. YN diciduk di Wonodadi,  dan Z ditangkap di Ponggok.

“Dalam rangka Operasi Pekat, kami mengungkap dua kasus penjualan bubuk petasan. TKP-nya di Wonodadi dan Ponggok. Kedua pelakunya masih berstatus pelajar,” kata Danang, Kamis (28/3/2024).

Pengungkapan kasus penjualan obat petasan dengan pelaku YN di Kecamatan Wonodadi dilakukan Satreskrim Polres Blitar pada Jumat (22/3/2024) sekitar pukul 21.30 WIB.

Barang bukti yang disita antara lain, satu unit ponsel, 4 kantong plastik, 2 kilogram bubuk petasan dan 55 gulungan petasan. “Dia membeli bubuk petasan untuk dijual kembali untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, YN mengaku membeli bubuk petasan dari wilayah . Ia mendapatkan informasinya adanya penjual bubuk petasan dari media sosial.

YN langsung membeli 4 kilogram bubuk petasan dengan harga sekitar Rp230.000 per kilogram. Dari pembelian itu, YN mendapatkan untung sekitar Rp50.000 tiap penjualan 1 kilogram bubuk petasan.

“Dari 4 kilogram bubuk petasan yang dibeli, pelaku sudah menjual sebanyak 2 kilogram,” ujarnya.

Sementara itu, pada Jumat (22/3/2024) polisi menangkap Z di kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Dari tangan pelajar ini, petugas menyita ponsel, kantong plastik dan 1 kilogram obat mercon.

“Modus pengungkapan kasus kedua juga sama dengan kasus pertama. Pelaku menjual bubuk petasan untuk mendapat untung dan dinyalakan saat Lebaran. Karena kedua pelaku masih anak-anak, kami tidak menahannya, tapi kasus tetap jalan,” katanya.

Danang menegaskan penjualan dan penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti bubuk petasan adalah tindakan yang melanggar hukum dan dapat membahayakan masyarakat serta sekitar.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan tindakan preventif untuk mencegah peredaran obat-obatan terlarang di wilayah kami,” kata Danang. [*]

Dapatkan update menarik hanya di , Jangan lupa follow di jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter .com