Insiden tersebut mengakibatkan Tarmuji mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuhnya akibat terkena sabetan pedang samurai.
Masih beruntung nyawa korban bisa selamat, dan langsung dilarikan ke RSUD dr Koesma Tuban guna perawatan medis.
“Korban sudah dibawa ke RSUD dr Koesma Tuban guna pertolongan medis,” kata Kapolsek Tuban, AKP Budi Friyanto.
Peristiwa berdarah tersebut bermula Sukinar melintas di depan rumah Tarmuji sambil mengangkat air galon. Pada saat itu, Tarmuji diduga berkata tidak wajar dengan gesture mata melototi Sukinar.
Tidak terima dengan hal itu, Sukinar pulang ke rumahnya mengambil pedang samurai untuk menantang tetangganya tersebut.
“Pelaku langsung pergi ke rumah untuk mengambil sebilah samurai,” ujarnya.
Sukinar sambil menenteng pedang samurai mendatangi rumah Tarmuji. Tantangan itu bisa dilerai oleh istri Tarmuji dan Sukinar pun kembali pulang.
Tak lama berselang, Sukinar malah mengejar Tarmuji sambil membawa sebilah kapak kecil. Seketika, Sukinar tanpa pikir panjang mengayunkan samurainya ke tubuh Tarmuji hingga beberapa kali.
Nyawa Tarmuji tak sampai melayang karena gagang samurai Sukinar terlepas. Korban pun sempat membalas dengan menggunakan kapaknya, dan setelah itu tersungkur ke tanah.
“Korban mengalami luka bacok pada bagian kepala depan, ketiak bawah sebelah kiri, dan dada depan sebelah kiri,” ujarnya.
Seusai kejadian itu, Sukinar menyerahkan diri ke polisi. Sukinar lalu dibawa ke Polsek Kota guna proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan saksi, Budi menyebut sudah beberapa tahun hubungan antara Sukinar dengan Tarmuji tidak rukun.
“Antara pelaku dan korban ini sudah 5 tahun tidak akur. Sehingga mereka saat bertemu sering pencerengan (cekcok). Lalu pada hari Jumat terjadi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban,” tandasnya.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com