Lumajang, Jurnal Jatim – Longsor terjadi di Lumajang Jawa Timur, Jumat (7/7/2023). Dalam musibah itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia tertimbun.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pun mengabarkan peristiwa longsor yang menelan korban jiwa. Dirinya turut berduka atas musibah tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” kata Khofifah dalam akun instagram miliknya.
Khofifah menyampaikan hari ini telah terjadi hujan lebat, Jumat, 07 Juli 2023, di Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, pukul 04.30 WIB terjadi tanah longsor yang menimpa tepat di atap rumah warga, pada saat kejadian posisi korban dalam kondisi tidur.
“Akibat kejadian tersebut menyebabkan tiga orang dalam satu keluarga meninggal dunia,” kata dia di akun instagram @khofifah.ip.
Menurut Khofifah, bencana alam itu adalah duka bagi semua. Dia mendoakan almarhum almarhumah khusnul khotimah.
“Kita semua berduka atas peristiwa ini. Semoga amal ibadah almarhum/ah diterima Allah dan khilafnya di ampuni Allah SWT. Semoga beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah. Al fatihah,” ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jawa Timur telah mengirim tim dinas sosial dan BPBD serta tim Bina Marga ke lokasi.
Dirinya berharap kordinasi di lapangan dengan bantuan kedaruratan dapat membantu beban hidup masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor tersebut.
“Mohon doa semua warga Jawa Timur semoga tetap waspada dan siapa siaga,” kata mantan menteri sosial ini.
Informasi dihimpun, selain longsor di Lumajang juga membuat Jalan terputus yakni di jalan nasional Lumajang-Malang, persisnya di Piket Nol KM 58, Kecamatan Candipuro.
Petugas TRC BPBD Kabupaten Lumajang melakukan upaya pembersihan di dua titik lokasi tanah longsor di wilayah Pronojiwo dan Candipuro.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.