Surabaya, Jurnal Jatim – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pemantauan kelancaran distribusi obat dan alat kesehatan (alkes) di Jatim.
Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, untuk mencegah penyimpangan alat-alat kesehatan dan obat-obatan, pihaknya menurunkan Satgas Gakkum Aman Nusa.
“Beberapa Polres jajaran kami sudah mengecek ketersediaan dan distribusi oksigen. Alhamdulillah sampai sekarang (kemarin) mencukupi. Kami juga menurunkan Satgas Gakkum Aman Nusa untuk melakukan pengecekan dugaan penyimpangan alkes maupun harga obat-obatan,” katanya, Senin (5/7/2021).
Gatot menjelaskan, terkait alkes seperti kebutuhan oksigen diprioritaskan untuk rumah sakit dulu. Pengutamaan itu sudah ada ketentuannya. Sedangkan terkait masyarakat yang membeli tabung oksigen sendiri, pihaknya meyakinkan bahwa distribusi ketersediaan tabung oksigen diutamakan untuk rumah sakit.
“Yang jelas distribusi ketersediaan oksigen diutamakan untuk Rumah Sakit dulu, dan itu sudah ada ketentuannya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, untuk obat-obatan penaganan COVID-19 sudah dipantau langsung oleh Tim Satgas Gakkum Aman Nusa. Satgas itu terdiri dari deteksi, yankes, Satgas pengawalan vaksin, Satgas Gakkum, Satgas Vaksinasi dan Satgas Humas.
Pihaknya pun menegaskan apabila dijumpai permainan harga obat maupun penimbunan obat, petugas kepolisian tidak segan-segan untuk menindak. Sebab aturan terkait pelanggaran itu sudah ada.
“Aturannya sudah jelas, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen,” ungkapnya.
Sebatas diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Saidikin mengeluarkan Surat Keputusan Menkes HK.1.7./Menkes/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) obat penanganan Covid-19.
Terpisah, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim, dr Dodo Anondo mengatakan, meski stok aman, produsen oksigen diminta bersiap.
“Saya baru rapat tentang oksigen, oksigen juga terbatas. Sekarang di Jatim oksigen RS yang terdaftar itu sudah aman,” katanya.
Dalam rapat itu, sejumlah stakeholder, salah satunya Polda Jatim pun menginstruksikan produsen agar siap mengirimkan pasokan oksigen ke seluruh rumah sakit rujukan yang ada, selama 24 jam.
“Pesannya dari Polda Jatim tadi, produsen harus siap. Dan saya juga menambahkan pesan beliau ke produsen, biar produsen itu betul-betul siap 24 jam, pukul berapa pun mereka harus bisa nambah (pasokan),” ujarnya.
Kesiapan produsen ini, adalah faktor yang penting sebagai langkah antisipasi terjadinya kelangkaan. Produsen harus siap jika sewaktu-waktu rumah sakit membutuhkan pasokan oksigen untuk perawatan pasiennya.
Rumah sakit pun diminta untuk terus berkoordinasi dan mengabarkan ketersediaan pasokan yang tersisa, agar jika stok oksigen menipis, produsen bisa dengan cepat menyiapkan dan mendistribusikannya.
“Sekarang (RS) yang pakai tabung benar-benar harus lapor berapa jumlah yang diperlukan, kemudian tabung kosong harus dipersiapkan sehingga distributor oksigen ini bisa cepat ngambil, cepat ganti yang baru,” ucap dia.
Tak hanya rumah sakit rujukan Covid-19, produsen juga diminta siap memasok kebutuhan di sebanyak 26 rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan bagi pasien corona di Jatim.
“Kami juga memikirkan oksigen yang di RS lapangan. Dan RS lapangan di Jatim ada 26 dengan tempat tidurnya 1.400, ya ini harus disiapkan juga oksigennya,” ujarnya.
Editor: Azriel