Tuban, Jurnal Jatim – Dua orang bocah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur ditemukan meninggal akibat tenggelam saat mandi di lokasi pemandian Sendang Silowo Ekowisata yang masih tutup sejak pandemi COVID-19.
Korban berinisial BCN (14) asal Desa Tambakboyo dan berinisial JAF (14) asal Desa Kinanti. Bocah itu sama-sama berasal dari Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Kejadiannya kemarin siang. Jenazah kedua korban sudah dievakuasi dan dimakamkan keluarganya,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban, M Adhi Makayasa, Rabu pagi (19/5/2021).
Dikatakan dia, Selasa (18/5/2021) siang, kedua anak di bawah umur itu bersama dengan dua orang temannya datang ke tempat mata air Sendang Silowo, di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dengan tujuan mandi. Lokasi itu dikelilingi oleh pohon sagu.
Setiba di tempat itu, mereka berempat mandi di pemandian dengan kedalaman 2,5 meter. Tak lama berselang, salah satu temannya mengetahui jika kedua korban tidak ada disaat mandi.
“Kemudian selang 10 menit saat mandi, salah satu teman korban tidak melihat kedua teman,” jelasnya.
Lantas, teman-temannya berusaha mencari korban di sekitar lokasi pemandian wisata yang dikelola desa setempat. Di saat itu ada salah satu warga yang memberikan informasi bahwa ada dua anak tenggelam.
“Salah satu warga saat itu mengetahui bahwa ada dua orang yang mandi dan telah meninggal dunia tenggelam di dasar sungai,” terangnya.
Mendapat kabar tersebut, teman-teman korban langsung berusaha minta tolong sejumlah warga dan kejadian tersebut dilaporkan kepada petugas.
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendatangi lokasi untuk mencari korban. Pencarian membuahkan hasil, namun kedua pelajar itu ditemukan tidak bernyawa di dasar air. Jenazahnya langsung evakuasi ke permukaan.
“Kedua korban tenggelam karena diketahui tidak bisa berenang,” ungkap kepala pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Yudi Irwanto
Yudi menjelaskan, selama ini tempat wisata tersebut telah ditutup sementara karena Pandemi COVID-19. Sehingga, saat kejadian tidak ada petugas yang berjaga di tempat wisata yang dikelola menggunakan dana desa tersebut.
“Tempat wisata ini sudah lama ditutup akibat pandemi virus COVID, jadi pada saat kejadian tempat wisata tersebut tidak ada petugas penjaga. Keempat anak tersebut berenang tanpa ijin dari pengurus tempat wisata,” ujarnya.
Editor: Azriel