oleh

Sebelum Pulang, Belasan Pekerja Migran Asal Magetan Jalani Karantina

Magetan, Jurnal Jatim– Sebanyak 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara telah tiba di kampung halamannya, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Belasan pekerja migran itu harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum bertemu dengan keluarganya masing-masing, Senin (3/5/2021).

Berdasarkan informasi, para pahlawan devisa negara tersebut sebelumnya bekerja di sejumlah negara, di antaranya Hongkong, Taiwan, Singapura dan Malaysia.

Mereka kembali ke daerah asal dijemput tim Satgas COVID-19 Kabupaten Magetan dengan dinas perhubungan setempat setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya dengan hasil negatif swab.

Bupati Magetan, Suorawoto mengatakan, sesuai prosedur, para pekerja migran yang tiba di daerah asal harus menjalani tes usap (swab) terlebih dahulu. Bagi mereka yang hasil usap mulai dari tempat kerja sampai tiba di Surabaya dan selanjutnya di Magetan hasilnya negatif, maka bisa menjalani karantina mandiri di rumah masing masing.

Dan apabila di rumah belum memungkinkan, nanti akan ada kebijakan kepala desa untuk menjalani pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Apa yang kita laksanakan ini adalah prosedur baku. Hal itu karena kita saling mencintai, melindungi, menghargai, dan menjaga keluarga kita agar tidak tertular COVID-19,” ujarnya.

Bupati Prawoto berpesan kepada para PMI untuk tetap melaksanakan karantina mandiri di rumah dengan tertib dan menjalakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona.

“Jadi semuanya saling menjaga, jangan sampai terjadi seperti di negara India yang menjadi sorotan kita semua. Khususnya di Jawa Timur bulan Januari hampir 100 persen, Magetan dengan lonjakan COVID-19 yang luar biasa,” ujarnya berpersan.

Dia juga berpesan bahwa COVID-19 bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M.

“Saya yakin diluar negeri sana pasti lebih ketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Pengalaman banyak di sana untuk itu terapkan di kampung halaman masing-masing,” pungkasnya.