oleh

Soal Seragam Gratis, Sekda Jombang Lemparkan ke Dinas Pendidikan

Jombang, Jurnaljatim.com – Sekda Kabupaten Jombang Akhmad Jazuli tidak bisa memberikan penjelasan terkait janji kampanye Bupati Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah tentang pemberian seragam sekolah gratis. Sekda justru melemparkannya ke Dinas Pendidikan.

“Soal itu (seragam sekolah) tanya langsung ke Dinas Pendidikan saja, soal ketentuan saya tidak hafal persis. Insyaallah keluhan tidak ada, lawong dikasih kok merasa mengeluh,” ucap Sekda kepada sejumlah wartawan.

Menuru Jazuli, saat ini sedang proses. Dan lagi-lagi, ia menyarankan untuk menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan.

“Intinya sedang proses, lebih jelas tanya langsung ke Dinas Pendidikan soal sistem-nya,” pungkas Jazuli tanpa menjelaskan maksud proses tersebut.

Sebelumnya, warga menagih janji Bupati dan wakil Bupati terpilih Hj. Mundjidah Wahab dan Sumrambah pada waktu masa kampanye. Saat itu Bupati menjanjikan Pemerintah Jombang bebas anti pungli serta akan memberi seragam gratis pada pelajar SD/Mi SMP/MTS se Kabupaten Jombang.

Janji manis itu mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Jombang. Pasalnya, janji yang sempat digaungkan dalam Pilkada 2018 lalu berganti menjadi kosep kain gratis, dengan biaya menjahit diserakan kepada masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatullah yang akrab disapa Gus Sentot, mengatakan keluhan orang tua murid, pihak komisi D sudah mendengar janji Bupati dan Wakil Bupati soal seragam gratis juga mengawal semaksimal mungkin.

“Tapi yang terjadi dilapangan dalam kenyataannya, Janji seragam gratis tapi yang muncul di masyarakat bukan seragam gratis tapi kain gratis,” kata Gus Sentot kepada wartawan di Stasiun Jombang pada Senin (18/3/2019) lalu.

Kalau bicara syukur dan tidak syukur dikalangan masyarakat berkembang pandangan beruntung dapat kain gratis. Kenyataan malah bisa-bisa membebani masyarakat bila ongkos jahitnya lebih mahal. Komisi D akan tetap menunggu, kemarin sudah sempat hearing.

“Kami menunggu bagaimana kepedulian dan empati dari bupati dan wakil bupati terpilih. Sehingga beliau berdua bisa mendengarkan semua keluhan di masyarakat,” lanjut Gus Sentot.

Pernyataan kami kemarin diharapkan ada solusi. Nilai anggaran sekitar 27 miliar dan hampir 30 miliar. Itu mengenai janji, kita sebagai tim sukses sendiri kadang berkoar-koar, kalau Bupati dan Wakil Bupati terpilih nanti akan diberikan seragam gratis. Tapi kenyataan dilapangan yang terjadi malah kain gratis.

“Kami harapkan Bupati dan Wakil Bupati segera memberikan solusi yang terbaik. Kami juga berharap masyarakat kondusif dan tenang, kami sebagai wakil rakyat tetap mengupayakan, jangan sampai malah membebani masyarakat,” ucap ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jombang ini. (Frd/Gon)


Editor @Hafid