SPG Cantik Diduga Jual Miras di Jombang, Rumahnya Langsung Digerebek Polisi, Hasilnya

Jombang, Jurnal Jatim – Seorang wanita muda berparas cantik diduga jual minuman keras (miras) di rumahnya di Jombang saat Bulan Ramadan 1445 Hijriah.

Perempuan berkulit putih berprofesi sebagai SPG Rokok itu berasal dari Desa Kedawung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Apa yang dilakukannya membuat heboh.

Tim Satresnarkoba Polres Jombang langsung menurunkan petugas untuk melakukan penyelidikan. Dugaan berjualan miras itu ternyata bukan isapan jempol.

“Setelah ada informasi dari masyarakat, kami terjunkan personel untuk melakukan penyelidikan,” kata Polres Jombang, AKP Komar Sasmito, dikonfirmasi .com, Jumat malam (15/3/2024).

Petugas pun langsung terjun ke lokasi penjualan miras di Desa Kedawung. Setelah melakukan penyelidikan ternyata benar.

“Kami kemudian melakukan penggerebekan dan hasilnya ditemukan 151 botol miras berbagai merek di dalam rumah tersebut,” kata Komar.

Menurut Komar, penggerebekan yang dilakukan oleh petugas kepolisian di rumah milik wanita cantik pada Selasa (12/3/2024) pukul 21.00 WIB itu disaksikan Ali Muhajirin, (43) ketua RT setempat.

Semua miras di dalam rumah itu langsung disita. Rincian miras itu terdiri Alexis Anggur Hijau 107 botol;  kawa-Kawa anggur merah 36 botol dan orang tua anggur merah 8 botol.

“Diduga akan dijual pada ramadan. Miras kami angkut ke kantor Satresarkoba sebagai ,” ujar asal Surabaya tersebut.

Berdasarkan data, terduga pelaku berinisial ES (29) warga Kedawung, Kecamatan Diwek. ES merupakan Promotion Girl (SPG) rokok. Dari penelusuran, dia yang memiliki followers cukup banyak.

Pelaku diduga menjual minuman keras Golongan A dan B tanpa izin, sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat (3) Jo Pasal 3 ayat (3) Perda nomor 16 Tahun 2009 Perda Kabupaten Jombang tentang dan Pengendalian Minuman Beralkhohol.

Polres Jombang mengimbau masyarakat untuk tidak menjual atau membeli minuman keras (miras), terutama menjelang bulan suci Ramadhan  1445 Hjriah.

Larangan itu bukan hanya berdasarkan nilai agama, tetapi juga berdasarkan hukum. Dalam konteks ini, upaya penertiban terhadap peredaran miras menjadi prioritas.

“menjual atau mengonsumsi miras memiliki implikasi hukum yang serius, di antaranya dapat mengganggu saat Ramadan,” kata Komar.

Dapatkan update menarik hanya di .com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com