Ratusan Pesilat Ditangkap saat Konvoi di Jombang, Ada yang Membawa Senjata Ruyung

Jombang, Jurnal Ratusan anggota perguruan pencak (pesilat) ditangkap polisi saat melakukan di wilayah Peterongan, Jombang, Sabtu (9/3/2025). Satu di antara mereka membawa senjata ruyung.

“Lebih dari 200-an oknum pesilat yang kami amankan saat konvoi. Sekarang mereka di Polres Jombang,” kata Peterongan, AKP Dian Anang, Sabtu (9/3/2024).

Mereka ditangkap agar tidak konvoi karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, terutama pengguna jalan raya.

Ratusan Pesilat Ditangkap saat Konvoi di Jombang, Ada yang Membawa Senjata Ruyung

Anang mengatakan mereka ditangkap di sejumlah lokasi. Yaitu di depan Mapolsek, Flyover dan di Jl KH Romli Tamim, masuk wilayah hukum .

Polisi awalnya mendapat informasi ada arak-arakan (konvoi) rombongan pesilat dalam jumlah banyak yang akan melintas di Mapolsek Peterongan. Konvoi tersebut juga meresahkan .

“Kami langsung bergerak cepat melakukan penyekatan,” kata Anang didampingi Kanit Reskrim Ipda Dian Rizal Mabrur.

Setiba di depan Mapolsek Peterongan, polisi langsung menghentikan. Mereka kocar-kacir menghindari tangkapan petugas. Namun, beberapa di antaranya berhasil tertangkap.

Pada saat itu, polisi juga mengejar yang kabur hingga ada yang tertangkap di Flyover. “Total yang kami amankan saat itu 32 orang dan 20 unit sepeda motor,” kata Anang.

Ratusan Pesilat Ditangkap saat Konvoi di Jombang, Ada yang Membawa Senjata Ruyung

Belum usai penangkapan di flyover, polisi mendapat informasi jika rombongan pesilat terpencar ke Jl KH Romli Tamim. Tim Polsek Peterongan dan Satreskrim Polres Jombang bergegas mengejarnya.

“Di Jl Romli Tamim Sumbermulyo itu ada sekitar 200-an yang kami amankan dan mereka dibawa ke . Rata-rata mereka pelajar. Ada satu orang yang membawa senjata ruyung,” ujarnya.

Anang menyebut, mereka kebanyakan dari luar daerah, seperti dari , Sidoarjo, dan . Mereka berkumpul di wilayah Kota hendak menuju ke wilayah Mojoagung menghadiri pengesahan anggota pesilat.

“Konvoi tidak melakukan kekerasan maupun perusakan. Namun, aksi mereka meresahkan masyarakat. Imbauan kami agar kejadian ini tidak berulang ulang terus, jangan konvoi, karena bisa merugikan mereka sendiri maupun orang lain,” kata Anang menutup.

Dapatkan update menarik hanya di , Jangan lupa follow di jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter .com