Pengedar Narkoba di Jombang Diringkus Polisi, Ternyata Penjual Sayur

Jombang, Jurnal – Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang kembali meringkus seorang pengedar narkoba yang masih nekat beroperasi meski pemberantasan gencar dilakukan.

Pelakunya ternyata penjual sayur inisial KB alias Kian (23), diringkus di rumahnya Karangwinongan, Kecamatan , Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi mengatakan pengungkapan kasus peredaran narkoba itu dilakukan pada 19 Februari 2024 lalu.

merupakan pengedar narkoba jenis dan pil dobel L,” kata Eko Bagus, Jumat (1/3/2024)

narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan dari pelaku berjumlah 1,31 gram kemasan 6 paket dan 3.591 butir pil dobel L terbungkus dalam 60 plastik.

“Petugas juga menyita 1 timbangan elektrik, uang tunai Rp100.000 dan milik tersangka sebagai ala transaksi,” kata dia.

Polres Jombang AKP Komar Sasmito menambahkan pengungkapan kasus itu berawal adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal unit 1 Satresnarkoba menyelidiki dan menangkap penjual sayur di pasar wilayah Mojoagung Jombang itu.

Tersangka menjalani bisnis terlarang itu bersama D yang saat ini buron. Barang didapat dari seseorang yang diranjau di .

“Tersangka sehari-harinya berjualan sayur di pasar. Nah, di pasar itu dia kenal dengan D lalu diajak mengedarkan narkoba,” katanya.

Disebut Komar, tersangka bersama D sudah 3 kali mengambil barang harama dari bandar, sabu Rp1 juta per gram. Sedangkan pil dobel L Rp850 ribu per botol isi seribu butir.

“Kemudian dijual ecer lagi oleh tersangka, sabu-sabu dijual Rp1,3 juta per gram, sedangkan pil dobel L dijual Rp2.250 ribu per botol. Keuntungan dari hasil menjual pil koplo ini yang paling banyak,” ujarnya.

Untuk memuluskan operasinya, tersangka mengemas sabu-sabu dalam sachet marimas, yang kemudian diranjau acak di wilayah Mojoagung.

Tersangka berdalih tidak mengetahui pembeli sabu maupun pil koplo yang ia edarkan itu. Kian mengaku hanya disuruh oleh D.

“Uang pembayaran dari pembeli ditransfer ke saya, kemudian saya transfer ke D setelah saya potong ambil keuntungannya,” aku Kian kepada polisi yang menginterogasinya.

Hasil keuntungan itu, diakui Kian, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus modal berdagang sayur. Kini, setelah tertangkap polisi, Kian mengaku menyesal.

Pemuda lajang itu dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dapatkan update  menarik hanya di .com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter .