BI Kediri Siapkan Uang Rp4,8 Triliun Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2024

Kediri,  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri menyiapkan uang layak edar (ULE) hingga Rp4,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang rupiah pada momen dan IdulFitri 2024.

Jumlah ULE yang disediakan itu meningkat persen dibandingkan realisasi 2023 yang tercatat sebesar Rp4,5 triliun.

Antisipasi kenaikan jumlah ULE yang disiapkan mempertimbangkan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) serta pertumbuhan yang meningkat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Moch. Choirur Rofiq menyampaikan itu saat rangkaian penukaran uang Ramadan dan IdulFitri dikemas dalam Semarak rupiah ramadan dan berkah Idulfitri (SERAMBI) 2024 bertema “bijak gunakan rupiah di bulan penuh berkah”.

“Kegiatan ini untuk mendukung layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indoensia Kediri bersama perbankan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang rupiah dengan menyediakan titik-titik layanan penukaran uang Rupiah di seluruh wilayah kerja,” kata Moch Choirur Rofiq, Senin (25/3/2024).

Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri juga mengajak masyarakat mengoptimalkan pembayaran transaksi non tunai guna mendukung ekonomi dan keuangan digital.

Kegiatan ini dilakukan melalui penyelenggaraan kas keliling, penukaran terpadu bersama perbankan, dan penukaran melalui kantor cabang bank umum.

“Masyarakat dapat melakukan penukaran melalui layanan kas keliling terpadu penukaran bersama perbankan di GOR Jayabaya Kota Kediri hari ini 25 Maret 2024,” ujarnya.

Selanjutnya mulai 1 sampai 5 April 2024, masyarakat dapat melakukan penukaran uang rupiah di 68 titik layanan kantor cabang bank umum yang tersebar di seluruh wilayah kerja KPw BI Kediri.

Ia menambahkan, mulai 1 sampai 4 April 2024 Bank Indonesia menambah lokasi layanan penukaran di jalur mudik melalui Program BI Peduli Mudik, yaitu di kawasan SLG 1 April 2024 dan rest area jalan tol 626 A pada 2 sampai 4 April 2024.

KPw BI Kediri juga menyediakan opsi layanan penukaran uang rupiah melalui Layanan Kas Keliling di lokasi-lokasi strategis.

Seperti alun-alun , alun-alun Madiun, alun-alun Blitar, alun-alun , alun-alun Ponorogo, alun-alun , Pasar Baru , , GOR Lembupeteng Tulungagung dan GNI Kota Kediri.

Untuk layanan penukaran uang rupiah baik melalui layanan penukaran terpadu, BI peduli mudik, dan kas keliling pemesanan penukaran uang melalui Aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah).

Adapun paket yang bisa ditukarkan masyarakat sebesar Rp4.000.000 per orang dalam bentuk pecahan Rp50.000 per 20 lembar, Rp20.000 per 50 lembar, Rp10.000 per 100 lembar, Rp5.000 per 100 lembar, Rp2.000 per 200 lembar, dan Rp1.000 per 100 lembar.

Moch Choirur Rofiq mengungkapkan SERAMBI 2024 juga menjadi momen Bank Indonesia untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin cinta, bangga, dan paham rupiah.

“Cinta rupiah diwujudkan senantiasa menyayangi rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang rupiah yaitu dilihat, diraba, diterawang (3D), dan merawat rupiah yang dimiliki dengan baik yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi (5J),” katanya.

Ia mengatakan, bangga rupiah karena rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa.

Penggunaan uang rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara.

“Paham rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk dukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Dapatkan update menarik hanya di .com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter .