30.000 Bibit Ikan Tawes Ditabur di Embung Sumbersono dan Mangundikaran Nganjuk

Nganjuk, Jurnal – Sebanyak 30.000 ekor bibit ditabur di perairan Sumbersono dan Mangundikaran Nganjuk sebagai upaya pelestarian ekosistem lokal yang mulai punah.

Hal itu dilakukan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk yang melibatkan masyarakat atau kelompok pembudidaya ikan di wilayah setempat.

Restocking atau penambahan stok ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum. Selain itu juga sebagai pelestarian ekosistem ikan lokal yang mulai punah dengan melibatkan masyarakat atau kelompok pembudidaya ikan,” kata Kepala Dinas KPP Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo, saat tabur di Sumbersono, Kamis (28/3/2024).

Jusuf mengatakan untuk di perairan umum embung Sumbersono, Kecamatan Lengkong ditabur sebanyak 15.000 ekor. Begitu juga di embung Mangundikaran Kecamatan Nganjuk ditebar ikan sebanyak 15.000 ekor.

Ia berharap ribuan benih itu nantinya bisa dalam pemenuhan gizi. Artinya, hasil panen dari ikan tersebut bisa dikonsumsi untuk meningkatkan gizi keluarga.

Tentunya hal itu akan membawa dampak positif bagi masyarakat Sumbersono, dan Mangundikaran yakni mendorong gemar makan ikan dan nantinya dapat mencegah terjadinya .

“Capain itu tentunya sesuai dengan program daerah yaitu penurunan angka stunting,” ujar mantan Staf Ahli Nganjuk itu.

Jusuf juga berharap kedepan Embung Sumbersono bisa menjadi tempat wisata dan kolam pemancingan yang lebih berkembang. “Karena kalau kita lihat, tempatnya ini sangat asri, indah dan sejuk,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Sumbersono Arif Wijayanto mengucapkan terima kasih atas restocking ikan oleh  pemerintah daerah itu.

Dirinya berharap bibit ikan tawes itu bisa dikelola dengan baik, sehingga nantinya bisa menjadi pendapatan dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa setempat..

“Dengan konsumsi ikan ini juga menjadikan gizi balita di Sumbersono lebih baik lagi dan mencegah terjadinya stunting,” imbuhnya.

Sekretaris Kecamatan Lengkong, Sumilan berharap restocking ikan seperti itu bisa terus berkelanjutan di wilayahnya.

Sumilan menyebut, di wilayah Kecamatan Lengkong angka stunting cukup tinggi. Nah restocking ikan itu sangat pas dan dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam upaya mencegah stunting.

“Target kita di tahun ini, kasus stunting di Lengkong turun dari 19 persen menjadi 14 persen,” pungkas Sumilan.  (*)

Dapatkan update menarik hanya di .com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter .