Dukung Prabowo-Gibran, Komunitas Peternak Ayam Blitar-Kediri Kirim 70 Ton Telur ke GBK

Kediri, Jurnal Jatim – Blitar-Kediri menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden-wakil presiden nomor 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebagai bentuk dukungan, mereka mengirim 70 ton telur ke Gelora Bung Karno (GBK) , tempat kampanye Capres-cawapres Prabowo-Gibran pada Sabtu (10/2/2024).

70 ton telur itu dikirim ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan pengangkut sebanyak 12 truk, Kamis (8/1/2024) siang.

Selain itu, mereka juga menyumbangkan telur ayam untuk dibagikan kepada masyarakat membutuhkan di wilayah Kecamatan Ringinrejo sebanyak 12 Ton telur dan juga ayam Afkir 2000 ekor.

Aksi komunitas peternak ayam-telur tradisional dan supplier di Blitar serta Kediri tersebut untuk menggalang dukungan kemenangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Ketua komunitas peternak, Edi Sukirman mengatakan saat ini industri ternak ayam dan telur sedang tidak baik-baik saja. Para peternak tradisional terpuruk karena praktik oligopoli (persaingan yang tidak sehat), dimana industri dikuasai oleh beberapa perusahaan besar saja.

“Mereka menguasai bisnis dari hulu sampai hilir sehingga bisa menentukan harga ayam dan telur secara sepihak,” kata Edi, Kamis (8/2/2024).

Perusahaan besar itu juga memonopoli cold storage ( pendingin) serta rumah pemotongan hewan (RPH) untuk menciptakan ketergantungan pada peternak tradisional.

Edi mencontohkan, ketika peternak hendak melepas ayamnya karena masuk masa , perusahaan besar meminta RPH dan cold storage menolak dengan alasan penuh.

Sehingga peternak tidak punya pilihan selain menjual ayam dan telur mereka dengan harga murah. Jika dipertahankan, peternak tradisional tidak akan mampu membiayai harga pakan dalam waktu lama.

“Ayam yang makin gemuk akan susah dijual,” kata Edi Sukirman.

Selain itu, ketersediaan -obatan ternak yang bagus dan terjangkau masih sangat terbatas. Akibatnya, para peternak tradisional sering berhadapan dengan kematian ayam dalam jumlah besar karena serangan penyakit.

Ironisnya, penegakan hukum selama ini masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Para pelaku monopoli usaha yang melanggar Undang-Undang Persaingan Usaha hanya mendapat hukuman ringan, yang tidak sebanding dengan keuntungan mereka yang mencapai triliunan rupiah per tahun.

Dewan Pembina Komunitas Peternak Ayam-Telur Tradisional Blitar-Kediri, Danny Wibisono berharap kepemimpinan pasangan Prabowo-Gibran mampu memberantas praktik oligopoli di sektor industri ayam dan telur.

“Serta mendorong pemerintah menyediakan cold storage kepada peternak tradisional,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan, para peternak di Blitar dan Kediri menggalang 70 ton telur ayam untuk membantu perjuangan memenangkan Prabowo – Gibran.

Telur itu akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membantu program perbaikan gizi dan pencegahan bagi Indonesia.

“Telur ini akan kami kirimkan ke Stadion Gelora Bung Karno Jakarta bertepatan dengan kampanye akbar Prabowo-Gibran tanggal 10 Februari 2024, untuk dibagikan di sana. Sebagian kami bagikan kepada warga Desa Deyeng dan Desa Ringinrejo,” kata Danny di lokasi pemberangkatan truk pengangkut telur di Lapangan Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Sebelumnya pembagian telur juga dilakukan kepada jemaah pengajian Sabilu Taubah di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II milik Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam pada Senin (29/1/2024) malam. Sebanyak 6 ton telur dibagikan kepada jemaah dan masyarakat di pondok itu.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.