Waduh! Harga Beras di Jombang Terus Naik Bikin Mak-mak Resah Nih!

, Jurnal Jatim – Harga di Jombang terus naik sejak satu bulan terakhir. Mak-mak pun resah dengan kenaikan harga itu.

Kondisi melonjaknya harga beras yang berlangsung sudah hampir satu bulan atau dikisaran tiga minggu itu seperti terpantau di Pasar Pon Jombang.

beras di Pasar Pon Jombang, Iwan Pujianto (42) mengaku harga beras naik terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Dia merinci untuk beras Medium dijual pada harga Rp13.500 dari harga jual sebelumnya Rp 11.500 per kilogram. Atau naik sekitar Rp2000 per kilogram.

“Untuk harga beras Premium Rp14.500 per kilogram dari harga sebelumnya Rp13.000 per kilogram, atau naik Rp1.500 per kilogram,” kata Iwan ditemui wartawan di lapaknya, Rabu (27/9/2023).

Pemerintah sudah melakukan upaya menekan harga dengan operasi pasar beras. Namun, disebut Iwan, operasi itu belum berdampak pada penurunan.

“Operasi pasar kan masih belum lama, belum ada dampaknya kecuali kalau sudah merata,” kata dia.

Iwan mengaku hingga saat ini belum mengetahui pasti penyebab harga beras mengalami kenaikan. Namun, dirinya mendapatkan informasi karena ada persoalan panen. “Katanya ,” ujarnya.

Selain harganya terus melonjak, untuk mendapatkan beras juga tidak mudah, terutama beras kualitas premium atau beras jenis bramu.

“Mendapatkan stok premium sulit, yang medium agak mudah. Kalau Premium susah memang, jarang orang menanam beras premium atau jenis Bramu. Kalau medium jenis Serang. Serang sekarang Rp13.500, Bramunya Rp14.500,” ucapnya.

Kendati harga beras terus merangkak naik, kata Iwan, tidak ada penurunan pembeli. Sebab, beras adalah kebutuhan pokok untuk dikonsumsi semua orang

“Pembeli tetap, soalnya kebutuhan pokok, mau gak mau atau mahal tidak mahal kan orang harus beli,” tandasnya.

Salah satu pembeli bernama Sri Widya mengaku pasrah atas kenaikan itu. “Ya mau gimana lagi mas, karena ini kebutuhan, saya tetap membeli beras karena kebutuhan,” ujarnya singkat.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan Bahan Pokok Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Yustinus Harris tidak menampik adanya kenaikan harga beras di pasaran di Jombang.

Diakuinya, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Jombang untuk medium Rp10.900 per kilogram, sementara di pasar dijual Rp13.000 per kilogram.

“Saya kira beras medium di Jombang harganya tidak terlalu jauh dengan harga yang dijual pedagang. Mereka menjualnya kan hanya mencari keuntungan sekitar Rp300 sampai Rp500,” katanya.

“Kita upayakan pasar murah kerja sama dengan Bulog dengan mengirim beras merek SPHP kemasan 5 kilogram,” sambungnya.

Harris menduga kenaikan harga beras disebabkan karena panen berkurang sehingga stok di Bulog berkurang.

Kendati begitu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Bulog. Koordinasi tersebut di antaranya mengenai distribusi, sehingga jumlah stok yang disediakan di Jombang tidak sampai kekurangan.

“Termasuk ketersediaan di Pasar Pon, Pasar Ploso, Pasar Cukir, dan Pasar ,” pungkasnya.

Dapatkan update menarik hanya di , Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.