Anies dan Muhaimin Bagikan Sawo Kecik untuk Pendukungnya di Jombang, Ini Maksudnya!

, Jurnal Jatim – Pasangan Bakal Calon Presiden dan Bakal Calon Wakil Presiden, Anies Rasyid Baswedan dan Abdul membagikan Sawo Kecik untuk para pendukungnya di Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/9/2023).

Sawo kecik atau Sawo jawa adalah sejenis tanaman penghasil buah pangan. Tumbuhan berbentuk pohon ini biasanya berfungsi sebagai tanaman hias pekarangan dan pelindung dan menyukai dataran rendah hingga sedang.

Muhaimin mengatakan pemberian tanaman Sawo Kecik memiliki pengertian mendalam bagi para pendukung pasangan Bacapres-bacawapres yang menyematkan nama AMIN ini.

“Sawo Kecik itu simbol kesejahteraan untuk penanda semangat juang,” kata Ketua Umum DPP () itu kepada wartawan, Jumat (29/9/2023).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sebanyak 1500 pohon tanaman sawo kecik yang dibagikan kepada masyarakat dan para relawan pendukung AMIN.

Pohon sawo kecik itu diharapkan ditanam di rumah masing-masing para pendukungnya AMIN.

Diketahui, Muhaimin atau Cak Imin pulang kampung ke bersama , Jumat (29/9/2023).

Cak Imin membonceng Anies dengan motor Scooter dari Stadion Merdeka menuju Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Muhaimin menerangkan dirinya ke Jombang bersama Anies untuk bertemu dengan para kiai dan nyai agar mendoakan pasangan AMIN sukses menang pada Pemilu 2024.

bersama untuk perjalanan kami supaya lancar, selamat, berkah, sukses. Doa dipimpin oleh ibu saya sendiri dan beberapa ibu nyai,” ucapnya.

Bahkan, disebut Cak Imin, pasangan AMIN akan mengadakan pertemuan seluruh kiai kampung dan tokoh masyarakat di Jombang.

“Mohon doa restu kepada seluruh masyarakat khususnya tempat kelahiran saya di Denanyar, masyarakat Jombang, para kiai dan ulama di Jombang,” jelasnya.

Cak Imin menambahkan, dirinya juga akan melakukan pertemuan dengan seluruh kiai-kiai di seluruh Jawa Timur. Ia menyebut, akan hadir di antaranya Kiai Nurul Huda Djazuli dari Ponpes Al Falah Ploso , Gus Atoillah, Gus Mansyur, Gus Salam

“Banyak kiai yang insya Allah akan datang,” ujar Cicit KH Bisri Syansuri ini.

Sementara itu, Anies Baswedan dalam sambutannya mengungkapkan sejak awal tidak ada prediksi perjodohan AMIN. Bukan rekayasa manusia, di luar kemampuan nalar umum.

“Perjalanan tidak mudah, karena penuh tantangan, mohon kami didoakan, mohon kami diingatkan,” ungkapnya.

Anies menginginkan pendidikan umum dan agama tidak timpang, demikian juga dengan kesejahteraan para guru.

“Kalau dari Jombang bergerak, Insyaallah Jawa Timur bergerak, jika dari Jawa Timur bergerak maka Indonesia bisa bergerak,” tandas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dapatkan update berita menarik hanya di .com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.